1.
Padang savana kering gersang
perlahan tersenyum didandani musim
Hujan datang basahi akar dan sirami pepohonan
Hutan rimba kembali hijau segar
Burung dan margasatwa beraksi sesuaikan kehidupan
Manusia di dusun kampung mengatur irama langkah
Orang kota pun beradaptasi menggubah syair kelana
Alam semesta mempunyai hukum dan sistemnya
semua makhluk ciptaan belajar mengelola kehidupan
2.
Zaman berganti dan wajah alam pun menjelma
Manusia makin meledak populasinya
dengan aneka kebutuhan mengeksploitasi lingkungan
Banyak hutan dibabat dan digunduli
Pemukiman merebak di mana-mana
Kawasan industri dan sarana publik dibangun
Kota-kota terus dikembangkan
Bahkan banyak lahan sawah ladang hilang
untuk kebutuhan peradaban modern
Maka
musim hujan datang seperti gugatan alam
Ada banjir dan longsor terjadi
Ada sampah berserakan dan pemukiman kebanjiran
Manusia mulai saling mempersalahkan
ketika hadapi aneka masalah
Bahkan Pencipta semesta sering digugat
3.
Musim yang rutin berganti
sering dihadapi dengan aneka sikap
karena kepentingan pribadi dan kelompok berbeda-beda
Petani di sawah ladang tersenyum untuk mengolah lahannya
Para peternak di padang semangat mengurus ternaknya
Namun berbeda dengan yang sedang kerjakan proyek jalan atau bangunan
Mungkin juga yang di lokasi tambang dan perkebunan
Lain lagi dengan petugas kebersihan di kota
mengurus sampah, got mampet dan pohon yang tumbang
Hujan itu jadi berkat atau bencana?
4.
Musim hujan menggugat kebodohan manusia
Banyak bencana longsor dan banjir
karena kesombongan dan kerakusan dibongkar
Banyak cacing tanah berpesta pora di antara air hujan
namun tak tahu jalan pulang dan mati mengenaskan
Mungkin seperti kasus korupsi dan konflik sosial
Laskar lalat beterbangan di antara sampah bau tengik
yang dibongkar dan dihamburkan air hujan
Manusia bersilat kata di sosmed
saling menuding dan mencaci maki
Bencana ini dosa dan salah siapa
tapi lupa mengoreksi diri
Parade musim hujan zaman ini
jadi potret peradaban manusia yang semakin egois
Bahkan merasa berkuasa atas alam semesta
karena melupakan hakikat jati dirinya

