1.
“Katakanlah benar itu benar
Katakanlah salah itu salah”
Petir menyambar hutan belantara
Percikan bara jadi kobar api
guntur menggelegar menggugat nurani
Hujan turun deras basahi anak negeri
Binatang jalang di padang berpesta ria
bermain lumpur terbahak tertawa
Kawanan burung pipit mencari tempat berteduh
dari angin badai yang berontak
Mungkin ini musim pancaroba
setelah sepuluh tahun api membakar sekam
asap beterbangan menutup langit
Wajah negeri terselubung gulita
Kerakusan dan korupsi terus berkuasa
2.
Negeri ini gaduh dan galau
karena selembar kertas ijazah diperdebatkan
Judulnya tentang kepalsuan legalitas
padahal rekayasa dan manipulasi sudah budaya
Siswa nyontek demi nilai bagus
Masuk sekolah dijerat aneka biaya
Sekolah sudah jadi lahan bisnis
Nilai dan ijazah diperjual-belikan
Gelar bisa disulap dan dibanggakan
Makalah, skripsi dan disertasi biasa dijiplak
Sertifikat dari luar negeri pun diperdagangkan
Bangsa ini sering diperjual-belikan
semua dibayar kata dan angka
Mengapa sekarang api gugatan berkobar?
3.
Api ijazah palsu telah berkobar
Ada kelompok berpekik ria atas nama kebenaran
Ada yang diam mendukung dana dan strategi
Ada yang membela pemilik ijazah
Ada yang jadikan kasus sebagai konten sosmed
Ada yang tersenyum sinis menonton permainan
Ada yang ikut menyiram bensin agar terus bernyala
Banyak rakyat kebingungan tanyakan manfaatnya
Para penegakkan hukum mengamankan peran dan kepentingannya
Para politisi saling beradu argumen
dengan topeng lakon sinetron dan jurus siluman
Dunia menonton dengan aneka tanggapan
Bangsa dan negara ini seperti panggung sandiwara
Apakah ini ‘negeri tipu-tipu’
Ataukah bangsa kita sedang ‘tabola-balek’?
4.
Kobar api Ijazah palsu terus bernyala
Entah sampai kapan akan padam
Negara dan bangsa ini sedang telanjangi diri
menggugat harkat martabatnya sendiri
membuka aib ke pentas dunia
Apakah ini artinya kecerdasan nalar
Apakah ini demi kebenaran hati nurani
Adakah ini untuk putihnya sanubari jiwa
Ataukah semuanya cuma sandiwara kepentingan?
Mungkinkah ini kado ulang tahun ke 80 NKRI
sehingga kita harus berbenah dan menegok ke dalam jati diri
Agar kembali bertobat secara nasional
Agar kibarkan makna merah putih
Agar tegakkan Pancasila Dasar Negara
Agar taqwa amalkan iman
Agar tak lupa ajaran luhur adat budaya bangsa
Agar mulai menjunjung wibawa hukum
Agar segera memberantas akar korupsi dan lantang bersuara membasmi KKN
5.
Dalam kobar nyala Ijazah palsu
tak ada yang bisa mencuci tangan
dan sesumbar nyatakan dirinya bersih
Karena pemilik ijazahnya memimpin NKRI 10 tahun
Karena sebelumnya jadi Wali Kota
dan Gubernur
Memang ijazah berkaitan dengan lembaga pendidikan
Tetapi ada deretan pertanyaan fakta
Siapakah yang mencalonkan pemilik ijazah itu jadi Wali Kota, Gubernur dan Presiden
Parpol mana yang mengusung dan mendukungnya
Di mana mata lembaga penyelenggara dan pengawas Pemilu
sehingga tak tahu ada ijazah palsu?
Jika terpilih untuk semua jabatan publik itu
Wali Kota, Gubernur dan Presiden 2 periode
Siapakah yang memilih dan mendukungnya
Ke mana para penggugat ijazah palsu saat itu
Mengapa baru digugat setelah selesai jabatannya
Mungkin setelah kobar nyala api padam
baru kita akan tahu semua jawabannya
“Kalah jadi arang, menang jadi abu”
Tersisa tanya pada kata “Ijasah Palsu”
untuk kepentingan apa dan siapa?

