1.
Mendengar pengumuman gelar pahlawan nasional
Jiwa Marsinah tunduk diam galau
Air matanya menetes dan membanjir
menyelinap di antara hamparan lumpur Lapindo
Darahnya mengalir dan mendidih
berpadu dalam lahar dan api vulkanik
yang meletus dalam sanubari nasib para buruh
Suara kaum buruh dan perempuan
terbawa angin ke seluruh pelosok negeri
Membaur dalam deru gemuruh ombak samudra
“Biarkan alam semesta bicara
tentang keadilan bagi nasib kami
Karena penguasa negeri ini buta dan tuli
Nuraninya miskin terkulai dan sanubari jiwanya kering mati”
2.
“Ragaku memang telah kalian bantai
Namun roh dan perjuanganku abadi
Aku berjalan ke seluruh pelosok negeri
Kujumpai air mata galau para buruh pabrik
Aku temui para Ibu yang merana terlantar tak mampu bicara
Aku gendong anak-anak miskin yang putus sekolah dan kekuarangan gizi
Dan aku merasa dikhianati dan dibunuh lagi
Ketika diberi gelar pahlawan
bersama sosok rezim yang membunuh ragaku
bersama kejahatan yang membungkam suara jeritan keadilan
Aku tidak bangga mendapat gelar pahlawan”
3.
“Aku memang sudah mati ragaku
Namun ribuan Marsinah terus terlahir
berjibaku mencari kerja di pabrik dan di mana-mana
asal bisa mengais rezeki demi hidupi keluarga
Aku perempuan yang telah tiada
Namun jutaan saudaraku terlahir
Nasib kaum perempuan di seluruh negeri
Banyak yang bodoh dan miskin merana
Banyak yang sakit dan kekurangan gizi
Banyak yang jadi korban kekerasan dan pelecehan seksual
Banyak yang tak sekolah dan menganggur
Banyak buruh yang ditindas dan terkena PHK
Banyak yang bernasib buruk sebagai pekerja migran
Banyak perempuan dan remaja diperdagangkan
Apakah pantas saya mendapat gelar pahlawan?”
4.
“Dari alam arwah aku serukan
kepada segenap pejabat dan pemimpin bangsa
Entah di pemerintahan atau swasta
Katakanlah benar, jika benar
Katakanlah salah, jika salah
Janganlah jadi penjajah untuk bangsa dan sesama saudara
Jalankanlah nilai kemanusiaan hakiki
Tegakkanlah isi sumpah jabatanmu
karena Sang Ilahi menyaksikan semuanya
Bangsa ini merdeka dan lahirkan NKRI
bukan untuk dijajah oleh bangsa sendiri
atas dasar gengsi dan kerakusan harta jabatan
Perjuangkanlah keadilan dan kesejahteraan
bagi seluruh rakyat Indonesia tercinta”

