1.
Senyum sang Ibu menyusui
kepasrahan wajah bayinya disengat mentari
Deru kendaraan di lampu merah
dijadikan ladang menabur harapan
Debu jalanan adalah sahabat penghibur
Syair lagu ketakpastian selalu dinyanyikan
dengan senyum keterpaksaan nasib
Waktu terus berpacu galau
iringan iramanya dari botol bekas berisi pasir tanya
Tak peduli yang di dalam mobil
mau mendengar dan berbagi
atau yang mengendarai motor
ikhlas sisihkan logam recehan
Lamanya waktu lampu merah
adalah desah
nafas dan detak jantung
untuk menulis syair kelana hari ini
2.
Di tangannya sepotong besi runcing
inilah sahabat mengais rezeki
Di punggungnya sebuah karung lusuh
diandalkan sebagai dompet uangnya
Langkah kaki dipacu keyakinan
tak peduli siang atau malam
entah cuaca hujan atau panas
Sering tersenyum dan bersiul sendiri
lantunkan lagu syukur sanubari
Setiap tempat sampah adalah lumbung
jawaban doa yang jadi energi
Ternyata yang terbuang orang banyak
adalah emas bagi pemulung
“Aku tak pernah minta terlahir sebagai pemulung
Aku masih tetap bersyukur
diberi waktu dan udara
untuk berkelana dan bernafas gratis”
3.
Satu, sebelas, seratus kasus
Mereka dambakan rezeki sehat bergizi
ternyata raganya justru bermasalah
perut sakit, pusing dan pingsan
lalu dilarikan ke ruang UKS dan rumah sakit
Senyum lugu bocah pewaris negeri
disengat racun laknat keserakahan
Tawa anak-anak generasi tercekik
kata-kata manis penuh ambisi
Cahaya wajahnya redup sirna
entah kepada siapa berlindung
Entah ke mana harus percaya?
Para guru panik kebingungan
karena mereka bukan pemasak makanan
Pejabat daerah dan wakil rakyat saling bertengkar
lantaran hanya jalankan kebijakan pusat
Pekerja media kebingungan memberitakan
antara fakta dan wacana
antara kasus dan opini
antara nasib anak-anak negeri
dan kelakuan para pejabat negara
Mungkin ini “negeri tipu-tipu”
4.
Agustus dan September bergejolak
suara para mahasiswa dan aneka kelompok rakyat berdemonstrasi
Deretan harapan dan fakta nasib digaungkan
Beragam cara di media sosial dinyatakan
menggugat peran pejabat negara
untuk menjawab amanat penderitaan rakyat
Kobar api tanya membakar nurani jiwa aparat
Adakah perubahan untuk perbaiki wajah kotor bangsa
yang dicengktam aneka kasus keserakahan
Terbakar harapan dalam kobar bara derita dan api kemarahan
Oktober datang dibuka peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Menyusul HUT ABRI patriot sejati NKRI
tetapi viral bendera Merah Putih sobek di Monas
Apakah hanya rekayasa AI
ataukah benar terjadi sebagai tanda
Akhir Oktober Peringatan Sumpah Pemuda
ada cemas dan tanya mengusik
Masih adakah makna kesaktian Pancasila di hati Pejabat Negara
Apakah artinya Pusaka Merah Putih di kesadaran jiwa pemimpin bangsa
Ke manakah NKRI bagi seluruh rakyat bangsa ini

