1.
Wahai, Para Pahlawan
Keluarga selalu datang nyekar
persembahkan doa pada pusaramu
Anak cucu generasi muda
datang ke makam
tumpahkan bangga rindu damba
Namun,
banyak sosok pahlawan bangsa
tak tahu di mana pusaranya
tak dikenal di mana makamnya
Entah oleh sanak keluarga
apalagi oleh masyarakat luas
Kalian semua sosok Kusuma Bangsa Negara Indonesia
2.
Pada Peringatan Hari Pahlawan Nasional
Para pejabat berwenang lakukan upacara
Entah apel bendera di kantornya
Entah upacara di Taman Makam Pahlawan
Entah nyekar dan ritual doa
dan mungkin ada kegiatan peringatan lain
Namun masyarakat luas bangsa ini
banyak yang tak ingat jasamu
karena sedang galau merana
Apalagi anak generasi digital milenial
Mungkin karena kurikulum sejarah bangsa bergonta-ganti
3.
Kepada para Pahlawan Bangsa
kutitip rindu pada angin semilir
harapkan damai jiwamu di alam baka
Kutulis damba pada debu tanah
agar serpihan banggaku terpatri di pusaramu
Sudah 80 tahun umur NKRI
lewati suka duka perjuangan
mengisi kemerdekaan bangsa ini
dengan deretan kisah cerita panjang
Perjuangan mengisi kemerdekaan demi meraih cita-cita proklamasi
Masihkah seperti cita perjuanganmu
Apakah sesuai jasa pengorbanan kalian?
4.
Kepadamu para Pahlawan Bangsa
Perjuanganmu merebut kemerdekaan dari penjajah asing
“apakah untuk melahirkan penjajah dari generasi penerus negara ini”
Pengorbanan darah, jiwa dan hartamu
“Apakah untuk tegakkan negara koruptor”
Semangat patriotik dan cita luhurmu
“Apakah agar kekayaan tanah air NKRI dikuras para maling dan dibawa ke luar negeri
demi memperkaya bangsa lain?”
Generasi bangsa mewarisi tanya
Apakah merdeka untuk kembali terjajah
Apakah negeri ini hanya ‘tipu-tipu’
Ke mana nasib generasi penerus NKRI?

