1.
Jangan tanya pada angkasa
mengapa ada ombak gelombang
Jangan tanya pada lidah
sudah berapa kata terucap
Jangan tanya pada bibir
sudah berapa kalimat dikatakan
Angkasa hanya tersenyum
ketika ditanyakan berapa jumlah ombak
yang telah membasahi hamparan pasir pantai
Angin terus berdesir berhembus
di dalam nafas dan lintas buana
Saksikan manusia jadi samudra kata
2.
Ada jutaan kata dalam bahasa
melukis aneka pribadi dan adat budaya
Jejak langkah kata seperti di atas pasir pantai
sejenak ada lalu ditelan buih ombak
Bunyi suara ucapan terbang
mengejar kepak sayap angin
entah ke mana makna berkelana
Banyak yang dikatakan mulut
tetapi sedikit yang didengar telinga
apalagi dimaknai nalar pendengar
Debur ombak dan desir angin
yang mencatat ucapan mulut insan
meskipun zaman now ada rekam jejak digital
Gerakan gelombang informasi samudra kata
3.
Berselancar di dunia maya
ombak gelombang kata menari-nari
tampilkan sejuta pesona huruf, gambar dan bunyi
Semua ingin didengarkan dan diperhatikan
Namun
setiap pribadi terpesona pada pilihan diri
tergoda pada kepentingan naluri
sehingga lahirkan jutaan kelompok kepentingan
yang dipimpin kata, bunyi dan warna
Aku jadi buih di pasir
Engkau jadi ombak yang memecah
Dia jadi gelombang bergemuruh
Mereka jadi pasir pantai
Kehidupan adalah samudra dinamika abadi
4.
Samudra kata merangkul jiwa raga
ruang dan waktu terus bersenandung bernyanyi
dalam hukum misteri abadi
Kata-kata bersemi dan berinkarnasi
mencatat kelana pikiran yang gamang
di antara gemerlap pesona digital
Kalimat seperti hutan rimba belantara
yang sedang dibabat digunduli dan dikuras
Sehingga makna kilau bermetamorfosa
antara pribadi, kelompok dan profesi
antara kewenangan dan kekuasaan
antara uang dan aneka senjata
Samudra alam tetap hadirkan ombak gelombang sepanjang waktu

