1.
Dahaga membawa kebodohan ke samudra
ingin puaskan kehausan nalar
dengan meminum air asin lautan hingga kering
Kelaparan berkelana ke hamparan kebun ladang
ingin kenyangkan keserakahan selera
dengan memakan habis semua panenan
dan menelan semua isi lumbung petani
Kebodohan dan kerakusan terus berlomba
meraih kepuasan tanpa batas
2.
Para ahli teknologi digital
berjuang pindahkan seluruh isi semesta dalam bank data gadgetnya
karena yakin akan kepintaran otak
bisa menyibak ruang dan waktu
Manusia percaya mampu mengubah fakta dan misteri
jadi data digital dengan algoritma dan jemarinya
Surga abadi dijanin dunia maya
manusia mau jadi data digital
3.
Dalam senandung hening sepi
sosok sahaja menatap jiwa raganya
Berkaca pada gulita malam
memeluk jemari telapak kaki dan mengusap rambut di ubun kepalanya
Bersujud di pelataran siang terik
basahi nurani dengan keringatnya
dan mandikan sanubari dengan diamnya
Sehelai sujud syukur jadi alas kesadaran diri
Aku setitik debu dalam semesta
4.
Para komunitas adat budaya
masih taat setia jalankan ritual
Berjuang menjaga warisan leluhur
di tengah tsunami zaman yang menggempur
Sering disebut kuno dan tertinggal
oleh anak zaman yang merasa brilian
karena ilmu dan teknologi canggih
Umat beragama pun berjuang hayati iman
dalam pusaran dinamika milenial
5.
Kecanggihan AI terus berkreasi
bukan saja inivasi ilmu dan teknologi
tetapi ajaran iman jadi obyek kurasi
dengan aneka tanya
Bahkan Tuhan pun digugat dan ditelisik
agar tunduk pada supernya iptek
Padalah helai rambut tak mampu dihitung
dan desah nafas dijamin udara
Kematian tak bisa dikalahkan nalar

