1.
Malam selalu datang pasti
dan pergi untuk kembali lagi
Manusia pun lahir dan mati silih berganti
dalam tanya fakta dan misteri
Siang senantiasa tetap hadir
dan berlalu untuk bersemi lagi
Zaman ciptakan wajah peradaban
disimpan sejarah angin dan Pustaka samudra
Siang malam selalu pasti
meskipun wajahnya tak pernah sama
karena berbeda-beda disadari
oleh mata dan nalar pribadi
yang selalu mencari jawaban misteri
2.
Jemari dinamika waktu menulis
kata dan ayat-ayat puitis
pada sosok wajah miris
Kisah suka lara yang mengiris
luka di raga, darah dan nafas
Telapak tangan detik- detik momen
memahat dan melukis ornamen
pada jejak damba jiwa raga insan
agar mengubah tanya jadi jawaban
Apa dan siapakah aku ini
Ke mana ziarah langkah hidup ini
3.
Mengarungi kehidupan yang paradoks
antara fakta dan tanya misteri
Kadang cahaya surya jadi guru
untuk membedakan malam dari siang
untuk menyadari gulita dari terang
Kadang purnama dan bintang jadi pemandu
untuk memancing harapan di tengah samudra
untuk berburu rezeki di padang belantara
Kadang obor dan kerlip lilin
dijadikan pemandu langkah nalar
agar pecahkan karang dengan jemari
atau merobek langit dengan cakar
Mengapa aku terlahir dan begini
4.
Waktu terus berdinamika abadi
tak peduli kreasi dan inovasi insani
yang juga terus mengejar jati diri
Di zaman digital milenial ini
angkasa dan bumi digenggam telapak kreasi
ciptakan warna-warni inovasi
leburkan mimpi jiwa raga insani
jadi data jawaban abadi
sebagai fakta harapan pasti pribadi
Waktu yang ajaib tak bertepi
coba dipasung dalam detik-detik angka
Ruang yang luas tanpa batas
terus disekat dan dipenjarakan kreasi
karena keyakinan akan saktinya bahasa algoritma, kata dan angka
Waktu tersenyum pada miskinnya angka-angka
dan tertawa sinis
pada kepapaan kata-kata bahasa

