1.
Pesona indah lukisan semesta
bisa terlihat ketika ada pelangi
Ada perpaduan aneka warna indah
entah siapa yang jadi pelukisnya
Ketika hadir bias cahaya matahari
Saat ada rintik air mata angkasa
Waktu hadir telapak awan berkelana
Ada angin melangkah berhembus dan bersenandung
Namun semuanya ajaib dan mengagumkan
karena bukan kreasi pikiran manusia
Sehingga tidak semua saat terjadi pelangi
juga bukan di segala tempat hadir terjadi
Dan tidak semua mata peduli menyaksikan
lukisan alam berwarna-warni
Untung saat ini banyak ditampilkan melalui sosial media digital
sehingga bisa ditemukan untuk dinikmati
begitu indah mempesona pelangi
2.
Ketika seorang seniman pelukis berkarya
ada berbagai kreasi dan inovasi
maka hadir bermacam gaya karya lukisan
Ada lukisan natural seperti potret alam
Ada lukisan inovatif dekoratif
Ada lukisan realis khusus manusia
Ada lukisan imajinatif surealis
Ada lukisan abstrak penuh satir
serta masih banyak gaya lukisan
Ukuran lukisan pun bermacam ragam
bahan dan warna pun berbeda-beda
Bahkan proses kreatif pun khas bagi setiap seniman pelukis
Sang pelukis bicara dengan warna dan bentuk
sebagai kreasi totalitas jiwa raganya
Ada aneka pesan makna disampaikan
dan beragam pula apresiasi para pemirsa
Banyak yang diam kagum tanpa kata
bahkan banyak yang kebingungan saksikan karya lukisan
Entah mengapa dan apa sebabnya
3.
Seniman pelukis itu sosok istimewa
karena berbicara dengan warna dan bentuk
Sang pelukis adalah sosok pribadi ajaib
membagi apa dan siapa dirinya
dalam kreasi warna dan bentuk
tak peduli didengar, dikagumi atau dikutuk dan diabaikan
Ada pelukis yang melayani permintaan pemirsa
entah melukis sosok wajah
entah melukis pemandangan alam
entah melukis mimpi dan imajinasi konsumen
Namun
Seniman pelukis mempunyai pilihan dan keputusan
Untuk berkreasi dan berinovasi
didorong rindu damba jiwa raganya
Dia melukis amanah desah nafasnya
Dia melukis wahyu desir darahnya
Dia melukis perintah alam semesta
Dia melukis bisikan jagat raya
Dia mencatat sabda peradaban manusia
di tengah derap dinamika roda waktu
4.
Mencoba mengagumi jemari sang pelukis
seperti melihat dirinya menari di panggung semesta
Sang seniman dibalut selendang warna-warni
diiringi irama musik kanvas dan kuas
dengan syair angin yang ajaib tak terdengar
Sang pelukis seperti seorang pengembara
yang berhenti jedah sejenak di bawah rindang kehidupan
sambil ceritakan suka duka perjalanan
dan mimpi esok yang terus dikejar
Sang pelukis berdoa dengan pelangi jiwanya
dan persembahkan aneka sesaji kepada semesta
dengan rekaman beragam bentuk
yang mengalir dari mata air bening kesadarannya
Mungkin seniman pelukis adalah jemari Sang Ilahi
yang memindahkan pelangi di atas kanvas peradaban
agar manusia dapat melihat misteri
melalui kreasi warna dan aneka rupa

