1.
Tarian api alam
Tak peduli hujan atau panas
Selalu ada siang dan malam
Kobar api membara di dada
Ibu bumi yang sahaja
diam tanpa kata tetapi penuh tenaga
Panas membara maha daya
adalah tarian energi dasyat ajaib
Pijar cahaya ajaib misteri
Mampu melumat isi alam
apalagi jiwa raga manusia
Erupsi gunung api tak terduga
datang melanda kejam menggetarkan
sekonyong menyerbu tak mampu dihalau
Siapakah yang mengaturnya
Adakah cara memadamkannya?
2.
Parade Terang Bintang
Ribuan tangan berlomba memetik bintang
agar sematkan pada selera raganya
Jutaan jemari berjibaku menangkap cahaya meteor
agar hiasi pesona rindunya
Semakin gulita menutup langit nalar
cahaya bintang terlihat jelas membias
Namun tidak setiap malam ada
karena angkasa punya cerita
karena awan pun tak selalu bersahabat
karena musim pun bisa berbeda selera
Dan
kelana bintang tidak tergantung bola mata
ziarah cahaya meteor sering tak terduga nalar
Apakah pikiran terjaga bersama gelapnya malam
Berapa banyak jumlah bintang di angkasa
3.
Cahaya Purnama
Kunang-kunang berbisik di rembang pepohonan
ajak mataku memandang purnama
Tak pernah sama wajah bulan
Tak pernah serupa pesona cahayanya
Tak pernah mirip senyum ajaibnya
Mungkin
karena aku ada di tempat berbeda
karena waktu melihat tak sama
Atau
karena mata dan pikiranku tak sama
saat saksikan wajah cahaya purnama
4.
Menjadi sebatang Lilin Kecil
Aku gampang mengutuk kegelapan
ketika berkelana dalam gulita
Mataku tak sanggup menyibak pekat
saat gelap malam menelan cahaya
Rupanya…
tidak mudah menyalakan lilin
apalagi menjaga tetap bernyala
di alam bebas malam sunyi
Jauh lebih sulit lagi
menjadi lilin kecil bernyala
untuk terangi langkah sesama
dalam ziarah hidup yang nyata
5.
Gemerlap Lampu Iptek
Lenggak-lenggok pesona cahaya
gemerlap di gadget dan komputer
membias di aneka ruangan modern
Gebyar berkilau menghiasi zaman
Kreasi pikiran lahirkan Iptek
Inovasi peradaban menyulap ruang dan mendandani waktu
Cahaya direkayasa cipta manusia
agar berguna memberi makna
sebagai apa dan siapa di dunia
6.
Cahaya Sang Surya
Pikiran melihat cahaya mentari
menyinari alam jagat semesta
namun tak pernah tuntas memahami
Berapa banyak adanya matahari
Seberapa panas api asalnya
Sampai kapan sang surya bersinar
Siapakah pemilik sang surya
Karena setiap hari dialami
Matahari terbit dan terbenam
sistem alam ini bekerja ajaib
Maka sering menjadi biasa
bahkan seperti tak ada apa-apanya
Mungkin seperti nafas bagi pribadi
Detak jantung bagi tubuh
Dan debu tanah bagi telapak kaki
7.
Bias Sinar Bola Mata
Dalamnya samudra disibak retina
perlahan membias hiasi langit
Hati sanubari menjadi angkasa
pikiran menari-nari penuh pesona
di panggung fakta ruang
dan pelataran detak waktu
Agar setia pribadi perankan lakon
Hidup seperti sebuah sandiwara
Mata adalah jendela jiwa
Sinar bola mata itu cahaya nurani
Terang penglihatan itu warasnya pikiran
Langkah kelana jiwa raga berpacu
tinggalkan cerita pada jejak nostalgia
Bumi menyimpan dalam tulisan
Angkasa merekam dalam lukisan
Tak ada yang mampu ingkari
apa dan siapa diri pribadi
selama berkelana di dunia ini

