Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Sebab setiap kali ia membuka laci meja tak mungkin saya tidak melihatnya.”
(Dari Sebuah Saksi Bisu)
“Kita semua bagaikan sebuah kursi tua serta pula sebagai sebuah meja tulis!”
Berikut adalah sebuah percakapan hal “nasib hidup dan pengalaman sebagai saksi hidup” antara sebuah kursi tua dan sebuah meja tulis.
“Saya ini seharusnya sudah purna bakti, tapi masih dipakai oleh majikan. Padahal bukankah saya ini sudah ‘out of date’?” curhat kursi tua.
“Ya, saya ini memang tergolong sebagai produk terbaru yang selalu dirawat dan dijaga,” kata si meja tulis.
“Saya telah memangku kedudukan lebih dari dua puluh orang majikan, dengan aneka watak. Di antara mereka, ada yang sudah almarhum, purna bakti, dan bahkan ada pula yang masuk lembaga permasyarakatan.”
“Ayo, kisahkan seluruh pengalaman hidupmu,” desak meja tulis.
“Majikanku, kalau ada tamu, dia suka bicara ngalor ngidul dan sulit dipahami maknanya. Namun yang seringkali terjadi, tiba-tiba saya didorong dengan kasar ke belakang, agar majikanku bisa membuka laci meja dan memasukan sesuatu,” keluh kursi tua.
“Ya, kamu lebih beruntung. Karena kamu selalu dibersihkan dan perutmu diisi surat penting, besluit, foto pacar gelap, dan juga amplop sogokan,” ujar kursi tua.
“Ya, justru kita inilah sebagai saksi hidup tentang apa saja yang diperbuat oleh majikan kita,” ujar kursi tua.
“Ya, tapi kita mau buat apa, kita ini bisa apa, kecuali melihat dan jadi saksi dari semua aksi majikan kita,” keluh meja tulis dengan polos.
(Hiro Tugiman)
101 Pernik Kehidupan
Antara sebagai Saksi Hidup pun Saksi Bisu
Sungguh, bukankah hidup ini sebuah adegan dagelan belaka? Dagelan konyol tentang semua realitas hidup yang sangat transparan dan apa adanya. Jika semua peristiwa itu mau diingat dan dikenang, rasanya antara mau muntah atau mau tertawa terbahak-bahak.
Saksi hidup adalah orang-orang yang dengan mata kepalanya telah mengalami dan menyaksikan sendiri semua peristiwa itu. Maka, dia pun berperan sebagai saksi hidup.
Apa pun yang telah kita alami sebagai sebuah pengalaman adalah pengetahuan kita tentang sebuah peristiwa dan kejadian. Manusia pun sadar dan mengingat, mengenang, serta menyimpan ingatan itu di dalam sanubarinya.
Di dalam konteks ini, maka kita ini laksana sebuah kursi tua serta meja tulis yang telah jadi saksi hidup, sekaligus sebagai saksi bisu.
Saksi Nan Abadi
Di atas segalanya itu, tentu ada yang “melihat dan mengetahui” lewat kedasyatan kemahatahuan serta kemahamelihatan-Nya!
Bukankah di atas langit masih ada langit?
“Kamu adalah saksi-Ku hingga ke ujung bumi,” demikian kata Sang Guru Agung.
…
Kediri, 27 Januari 2025

