Beberapa hari menjelang dan sesudah HUT RI ke 80, kisruh tentang kenaikan tunjangan wakil rakyat dan mobil baru pelayan rakyat tingkat tinggi jadi ironi yang menyesakkan dibandingkan dana makan bergizi untuk anak miskin yang nyaris stanting, yang disunat dari 10.000 jadi 8.000 per-orang. Kebangeten!
Teringat kata bijak tentang “lebih mudah onta masuk lubang jarum dari pada si rakus masuk Surga.”
Kekayaan, memang sering kali hanya jadi tujuan utama, tanpa ada tujuan yang lebih tinggi, seperti membantu orang lain, berkontribusi pada nasib banyak orang, atau mengembangkan diri secara spiritual. Hal ini membuat mereka merasa kosong dan tidak berarti. Gaduh, dan gaduh buahnya.
‘Libera nos amalo’, bebaskanlah kami dari yang jahat.
Salam sehat.
Jlitheng

