Oleh: Peter Suriadi
Setelah ditutup pada 6 Januari 2026, yang menandai berakhirnya Yubileum Biasa 2025, Pintu Suci Basilika Santo Petrus telah disegel oleh Imam Agung Basilika, Mauro Kardinal Gambetti, yang memimpin upacara bersama Kepala Perayaan Liturgi Kepausan, Uskup Agung Diego Giovanni Ravelli, pada 16 Januari 2026.
Dengan penyegelan tersebut, Takhta Suci Vatikan menyelesaikan penyegelan yang mencakup pekerjaan konstruksi sebenarnya: semua Pintu Suci Basilika Kepausan setelah berakhirnya Yubileum Pengharapan tersebut. Penyegelan Pintu Suci Basilika Santa Maria Maggiore telah dilakukan pada tanggal 13 Januari 2026, Pintu Suci Basilika Santo Yohanes Lateran pada tanggal 14 Januari 2026 dan Pintu Suci Basilika Santo Paulus di Luar Tembok pada tanggal 15 Januari 2026.
𝘚𝘢𝘮𝘱𝘪𝘦𝘵𝘳𝘪𝘯𝘪, pekerja Bangunan Santo Petrus yang terdiri dari tukang kayu, pembuat mebel, dan teknisi listrik yang biasanya menangani pemeliharaan Basilika, akan mengulangi proses yang telah mereka lakukan di tiga Basilika lainnya. Mereka akan membangun dinding dengan sekitar 3.200 batu bata di dalam Basilika untuk menyegel Pintu Suci secara permanen.
Selain itu, sebuah 𝘤𝘢𝘱𝘴𝘢 yang telah diukir dengan motto Paus Fransiskus yang membuka Yubileum Biasa 2025 dan Paus Leo XIV yang menutupnya, akan dimasukkan ke dalam dinding Basilika. Di dalam 𝘤𝘢𝘱𝘴𝘢 terdapat serangkaian benda yang berkaitan dengan Tahun Suci, kedua Paus, dan Yubileum tahun 2016: perkamen yang membuktikan pembukaan dan penutupan Pintu Suci Basilika Santo Petrus; dua medali tahun pertama kepausan Leo XIV; sebuah medali yang sesuai dengan tahun terakhir kepausan Fransiskus; medali lainnya memperingati dekade antara Yubileum Kerahiman pada tahun 2016 dan Yubileum Pengharapan pada tahun 2025; kunci pintu suci, dan sebuah medali yang menandai 𝘴𝘦𝘥𝘦 𝘷𝘢𝘤𝘢𝘯𝘵𝘦 (takhta lowong) tahun 2025. Kotak perunggu ini kemudian ditempatkan di dalam kotak kedua yang terbuat dari timah, yang kemudian ditutup dan disegel. Unsur-unsur tersebut berfungsi sebagai bukti fisik dan simbolis tahun suci. Di Basilika Kepausan lainnya pun demikian.
…
(Bapak Peter Suriadi)

