Red-Joss.com – Sederhana, bahkan menurut saya amat sederhana. Setiap kali saya mau melakukan hal baik dan positif, saya berdoa mohon penyertaan Allah.
“Saya percaya dan mau.”
Inti doa saya terinspirasi dari sikap seorang janda miskin yang memberi dari kerelaannya, dan ikhlas hati.
Memberi, sesungguhnya apa pun yang kita bagikan pada sesama itu ibarat hembusan nafas yang harus dilepas ikhlas agar dada jadi longgar.
Sebaliknya, memberi setengah hati itu ibarat nafas yang ditahan, dada jadi tidak nyaman. Bahkan apa pun yang diberikan dengan pamrih itu membuat kita sering kecewa, dan sakit hati.
Sesungguhnya, saya berbagi hal-hal baik dan positif di sosmed itu ibarat menebar benih. Apakah benih itu terbawa angin, lalu jatuh di tanah berbatu, di antara semak berduri, tanah yang subur, atau jatuh ke air dan hanyut entah ke mana.
“Karena percaya dan mau, niat baik itu memacu saya untuk disiplin diri, semoga Allah menyempurnakan hasilnya.”
Saya sadar sesadarnya, saya tidak pintar atau hebat, tapi saya mau dan peduli untuk berbagi hal yang baik dan positif. Yang kecil dan remeh temeh, baik lewat senyuman, sapaan, perilaku, doa peneguhan, dan seterusnya.
Saya juga tidak peduli, ketika saya dibilang hanya membuang-buang waktu, energi, dan biaya. Saya mau melakukan semua itu, karena saya senang, peduli, dan ingin berbagi.
Tak Ada Perjuangan Yang Sia-sia
Hal baik dan positif yang saya bagikan lewat sosmed itu ada yang dibuka, dicuekin, tidak dibaca, atau dibiarkan berlalu, dan hilang begitu saja.
Bagi mereka yang berkenan membaca, ada yang komentar miring, nyinyir, menggurui, sok suci, tulisan ecek-ecek, dan seterusnya. Sehingga hal baik dan positif itu dianggap hal biasa untuk segera dilupakan.
Berbeda bagi pribadi yang rendah hati. Hal baik dan positif itu mempunyai arti lebih dari sekadar mengingatkan, tapi juga meneguhkan agar kita menyenangi untuk berbuat baik dengan menjauhi hal negatif dan jahat.
Saya percaya dan mau berbagi, karena saya peduli untuk menularkan energi positif dan hal baik untuk mencerahkan hati sendiri, sesama, dan semesta.
Saya sadar diri, bahwa hal-hal baik dan positif yang saya bagikan itu bakal kembali kepada pemilik-Nya.
Tidak ada perjuangan yang sia-sia, ketika kita taat dan setia pada kehendak Allah.
“Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.”
…
Mas Redjo

