Injil mempertegas tentang kehadiran Yesus berciri universal. Sebab sebagian besar orang masih berpikiran bahwa relasi yang mengikat Yesus dan orang-orang di sekitar-Nya adalah relasi jasmaniah atau hanya hubungan darah semata. Yesus mengangkat relasi-Nya ke level yang lebih universal, yang memungkinkan semua orang dapat terangkul. Dia hendak mengatakan, bahwa setiap orang adalah saudara-saudari-Nya, jika kita dapat melakukan kehendak Allah.
Dengan kata lain, jika kita melakukan kehendak Allah berarti kita semua adalah saudara-saudara-Nya dan kita hidup dalam satu ikatan utuh. Rasul Paulus mengungkapkan, bahwa Kristus jadi yang sulung di antara kita. Dengan demikian, Kristus bukan hanya jadi sahabat bagi kita, melainkan juga menjadi kakak sulung yang selalu menjaga, membela, dan menyelamatkan kita.
Pemahaman kita akan Yesus juga hendaknya memengaruhi sikap kita, sekaligus membuat kita mudah meneladan keutamaan-keutamaan-Nya. Kita hadir sebagai saudara bagi setiap makhluk. Oleh karena itu, kita bertanggung jawab untuk memelihara dan memastikan keselamatan mereka.
“Ya, Tuhan, terimalah kami sebagai saudara-Mu dalam suka dan duka hidup kami. Amin.”
Ziarah Batin

