“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana” (Mrk 1: 35).
…
Yesus begitu sibuk. Banyak orang mencari-Nya. Ia menyembuhkan banyak orang sakit dan yang kerasukan setan.
Sebagai manusia, tentu Yesus merasa lelah, namun berdoa amat penting bagi-Nya, sehingga Ia tetap menyempatkan waktu pergi ke tempat yang sunyi, dan berdoa kepada Bapa-Nya, dikala semua orang masih beristirahat.
Bagaimana dengan kita? Apakah doa juga merupakan hal terpenting dalam hidup ini? Sayangnya, kita terkadang mengurangi jam doa kita dengan alasan sibuk atau tidak ada waktu. Padahal, dalam sehari kita memiliki 24 jam. Bila kita meluangkan waktu satu jam untuk berdoa berarti hanya sekitar 4% dari waktu kita dalam sehari.
Melalui doa, kita belajar untuk makin memahami kehendak-Nya; melalui doa kita bisa berkeluh kesah dengan-Nya dan mohon dikuatkan ketika dalam kesusahan; melalui doa kita juga belajar arti kesetiaan.
Bila kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton drakor atau melakukan hobi lainnya, maka seharusnya kita dapat meluangkan waktu untuk-Nya. Satu jam itu tidak terasa lama, bila kita menghabiskannya dengan orang yang dicintai dan dikasihi.
…
Laurentia Vonny
Rabu, 15 Januari 2025
Ibr 2: 14-18 Mzm 105: 1-4.6-9 Mrk 1: 29-39
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

