Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Anda boleh lupa makan dan minum, juga boleh lupa berdoa, tapi yang satu ini jangan…”
(Didaktika Hidup Sadar)
Menerima Bimbingan
Dalam hidup ini, kita sering menerima nasihat dan bimbingan dari para bijaksanawan agar kita dapat hidup dengan beradab serta bijaksana. Adapun tujuan luhur dari bimbingan dan nasihat ini ialah, agar dalam hidup yang singkat ini, kita mampu membawa serta menempatkan diri dengan baik dan benar di dalam masyarakat yang beradab ini.
Aneka Bimbingan dan Nasihat yang sering Engkau Terima
- “Nak, semoga dalam hidupmu, jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan.”
- Agar tubuhmu tetap dan selalu sehat, makan dan beristirahatlah tepat pada waktunya.”
- Kakek berkata, hal terpenting dalam hidup dan masa depanmu ialah jangan pernah engkau melupakan Tuhan.”
- Janganlah engkau sibuk mengumpulkan harta dunia di bumi ini, karena tak satu pun yang akan kau bawa pergi.”
- “Jika engkau ingin jadi pribadi yang santun dan beradab, jagalah mulutmu.”
Kita sudah menerima aneka bimbingan dan nasihat agar hidup kita jadi lebih pantas dan layak di dalam masyarakat. Semuanya itu baik dan benar. Kita pantas untuk berterima kasih dan menerimanya dengan tulus ikhlas.
Jika kita mau menyimpulkannya, kepada kita telah dibimbing dan dinasihati agar:
- (1) Jangan melupakan Tuhan, alias selalu mau berdoa.
- (2) Jangan lupa untuk makan dan beristirahat.
- (3) Jangan mengumpulkan harta duniawi di bumi ini.
- (4) Selalu menjaga mulut di saat kita berbicara.
- (5) juga jangan lupa untuk selalu berbuat baik kepada sesama.
Kita telah Melupakan Satu Hal Terpenting
Ternyata di dalam hidup ini, para bijaksanawan itu lupa akan satu hal terpenting ialah “Jangan lupa untuk selalu bernafas?” Bukankah, jika dalam sehari kita tidak makan dan minum Anda pun masih dapat hidup. Ketika, Anda sempat berbicara lancang dan kasar, toh setelah itu Anda masih juga tetap hidup. Ketika Anda menimbun harta pun keesokan hari Anda masih juga tetap hidup.
Tuhan telah Menghembuskan Nafas Hidup kepada Manusia
Janganlah Anda sekali-kali mencoba untuk ‘lupa bernafas’. Karena bukankah seketika itu juga, Anda akan segera meninggal?
Karena bukankah tatkala kedua manusia pertama itu diciptakan, “Tuhan telah menghembusi nafas hidup-Nya ke atas ubun-ubun kepala keduanya? Tuhan pun bersabda, “Sungguh, amat baik adanya.” Karena memang itulah Roh yang berasal dari Tuhan sendiri, Roh bagi kehidupan kita.
Refleksi
- Lewat tulisan kecil ini, kepada kita diingatkan agar jangan tenggelam dalam kesibukan yang tidak berguna bagi kehidupan kita.
- Karena ternyata kita sering sibuk dengan hal-hal yang bukan merupakan prioritas bagi hidup kita.
Karena sesungguhnya, hanya ada ‘satu hal terpenting’ yang tak pernah boleh dilupakan, “nafas hidup kita” (Jangan lupa untuk bernafas).
Karena hanya orang-orang hidup yang dapat memuji Tuhan seperti aku sekarang ini.
“Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan!”
(Mazmur 150: 6)
Kediri, 29 November 2025

