“Jika saudaramu berbuat dosa tegorlah dia di bawah empat mata”
(Mat 18: 15)
…
| Red-Joss.com | Pesan Yesus sangat jelas. Jika kita tidak mengingatkan di bawah empat mata, ya bertiga, berempat… Jika tetap tidak bisa, barulah dihadapan umat, tapi tetap dalam semangat kasih persaudaraan. Jelas, kita tidak boleh ngenggosip.
Cara Socrates, seorang filsuf Yunani sangat bijaksana dalam menanggapi sebuah berita tentang temannya. Patut kita mencontoh teladannya.
Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, “Tahukah Anda, apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman Anda?”
“Tunggu sebentar,” jawab Socrates. “Sebelum memberitahu saya sesuatu, saya ingin Anda menjawab 3 pertanyaan saya. Tujuannya untuk menyaring apa yang akan Anda katakan.”
Hal ini saya sebut sebagai ‘ujian saringan tiga kali’.
Saringan pertama adalah ‘kebenaran’.
“Sudah pastikah Anda, bahwa apa yang Anda akan katakan kepada saya adalah benar?”
“Tidak,” kata pria tersebut. “Sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada Anda.”
“Baiklah,” kata Socrates. “Jadi Anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak.”
Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu: ‘kebaikan’.
“Apakah yang akan Anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?”
“Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk.”
“Jadi,” lanjut Socrates, “Anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tapi Anda tidak yakin, kalau itu benar.”
Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya, yaitu: ‘kegunaan’ sebagai filter ketiga.
“Apakah apa yang Anda ingin beritahukan pada saya tentang teman saya itu akan berguna buat saya?”
“Tidak, sungguh tidak,” jawab pria tersebut.
“Kalau begitu,” simpul Socrates. “Jika apa yang Anda ingin beri tahukan kepada saya itu tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya. Kenapa anda ingin menceritakan kepada saya?”
Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh jiwa yang tak bersalah, dan kata-kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang, keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali. Gosip itu seperti anak panah lepas dari busurnya.
Jadi sebelum berbicara, gunakanlah ‘saringan tiga kali’. Apakah yang kita tulis dan sebarkan di antara sesama saudara atau di media sosial itu memang benar, baik dan berguna?Juga seandainya yang kita tulis merupakan ungkapan perasaan negatip kita. “Apakah itu berguna untuk membangun umat?”
Perhatian dan kebersamaan kita dapat membangun banyak hal dalam hidup bersama di tingkat basis, lingkugan dan Paroki kita. Kebersamaan kita dapat menumbuhkan benih-benih panggilan; menumbuhkan berbagai kegiatan di basis, lingkungan dan Paroki.
Kehadiran kita dapat mengikat dan membangun umat di sini dan di surga. Karena kehadiran kita membuat Kristus nyata hadir di tengah-tengah kita. Dengan cara itu kita bisa menjadi seperti Yunus, melakukan ‘evangelisasi pribadi’.
Selalu ingat 3 saringan, yakni: “apakah benar, baik, berguna?”
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

