Nurani yang tergencèt dan makin tidak terdengar.
Nurani adalah ‘sanggar suci’ yang diletakkan oleh Tuhan dalam hati tiap orang. Yang membisikkan untuk selalu berbuat baik, tidak menindas orang lain dengan cara apa pun.
Namun ‘sanggar suci’ itu kini telah berdesakan dengan suara ego dan suara setan, sehingga harus dibersihkan agar dapat diandalkan lagi sebagai panduan. Hati nurani harus diterangi dan diberi kehidupan oleh suara Ilahi agar bisa membedakan: yang mana suara hati nurani, mana ego, dan mana suara setan.
Suara ‘nurani’ asalnya dari kesadaran batin yg mengarahkan pada kebaikan dan keadilan. Sifatnya selalu berpihak pada kebenaran, dan sejalan dengan nilai-nilai moral yang luhur. Terus mengajak pada kebaikan dan menjaga relasi baik antar sesama.
Suara ‘ego’ asalnya dari pikiran yang bisa keliru atau tidak akurat, karena pengabaian terhadap nurani itu sendiri.
Suara ‘Setan’ asalnya dari bisikan hati yang rusak, yang mengajak melakukan hal-hal buruk dan menjauhkan dari yang baik serta menjerumuskan pada kehancuran.
Semoga menemani dalam keriuhan hidup ini.
Salam sehat.
Jlitheng

