Melik gendong lali.
Pepatah Jawa itu berarti, bahwa keinginan/ambisi (harta, kuasa, popularitas) itu membuat kita lupa diri. Maka bagi yang merasa memilikinya hendaknya selalu mendengar suara hati (Roh Kudus), Sang Penuntun Sejati.
Sehingga: “Yang selalu mendengar Sang Penuntun, yakni firman dan mengerti, ia berbuah; ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang tiga puluh kali lipat” (Mat 13: 23).
Doa: Tuntunlah aku selalu, Sang Penuntun Sejati, agar tetap eling lan waspada, dari banyak hal yang tersembunyi di balik perbuatan baik yang aku lakukan.
“Sak beja bejane wong kang lali isih beja wong kang eling lan waspada.”
Seuntung-untungnya orang yang lupa, masih untung orang yang selalu ingat dan waspada.
Salam sehat dan bertekad terus berbuah baik.
…
Jlitheng

