Rasul Paulus merenungkan hidup dengan segala dinamikanya. Ia sampai pada kesadaran, bahwa Tuhan sungguh hadir dan berkarya. Tuhan yang setia mengasihi dan rela mengampuni orang-orang yang bertobat dan mau bangkit dengan hidup yang baru dalam iman. Rahmat dan belas kasih Allah melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan Tuhan Yesus, membebaskan dia dari hukuman dosa dan mengantar dia pada hidup baru sebagai orang yang diselamatkan.
“Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Dialah Yesus Kristus, Tuhan kita,” tulis Rasul Paulus.
Tuhan Yesus mengajak kita untuk membaca tanda-tanda zaman agar kita mampu mempersiapkan diri menyambut Tuhan pada akhir zaman. Kita diajak untuk mengisi hari-hari dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik dan mengupayakan perdamaian dengan sesama agar pada saatnya kita layak bersama Tuhan dalam keabadian.
Yesus mengajak kita untuk mengembangkan keterampilan dan sikap kritis dalam menilai tanda-tanda zaman. Dengan itu, tujuan hidup kita yang terarah kepada Allah dan kebahagiaan kekal tidak dikaburkan oleh cara pandang dan tawaran dunia yang tampak menarik, tapi ternyata palsu dan menyesatkan.
“Bapa Yang Maha Baik, mampukanlah kami untuk dapat membaca tanda-tanda kehadiran-Mu dalam hidup kami setiap hari. Semoga pada saatnya, kami layak menyambut kedatangan-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

