Kejutan demi kejutan dari Yesus yang bangkit dialami oleh para murid-Nya.
- Kejutan ke-1: Pengalaman dari dua murid yang baru kembali dari Emmaus. Keduanya bercerita dengan heboh, bagaimana mereka melihat sendiri dan berjumpa dengan Yesus yang bangkit, saat saling bercerita dan mendengarkan …
- Kejutan ke-2: Yesus tiba-tiba datang di tengah mereka dan mengatakan, “Damai sejahtera bagi kamu.” Reaksi mereka takut dan girang: antara percaya dan tidak percaya. Hal itu sedang bermimpi atau kenyataan. Saat mereka belum bisa mengendalikan rasa takut dan girangnya itu, Yesus memberikan kejutan yang lain …
- Kejutan ke-3: Saat para murid masih ragu-ragu di tengah ketakutan dan kegembiraan itu, pikir mereka … ini hantu. Tapi Yesus menegaskan, “… Aku sendirilah ini! Rabalah Aku dan lihatlah …” Waduh, tambah terkejut mereka. Saat mereka ragu dan terheran-heran itu, kejutan berikutnya diberikan oleh Yesus …
- Kejutan ke-4: Yesus bertanya kepada mereka, “Adakah makanan di sini?” Mereka lalu memberikan sepotong ikan goreng. Para murid melihat cara Yesus makan: sama seperti dulu. Sambil makan Yesus bercerita tentang yang harus terjadi. Pikiran para murid yang buntu itu dibukanya, dan itulah kejutan berikutnya …
- Kejutan ke-5: Pikiran para murid dibuka dan mereka mengerti Kitab Suci. Apa yang ada di Taurat Musa, Kitab Nabi-nabi dan Mazmur itu cocok semua dengan yang dituliskan dan dialami oleh Yesus sendiri. Belum selesai mengendalikan kejutan ini, Yesus memberikan kejutan yang lain …
- Kejutan ke-6: Yesus yang bangkit mengutus mereka dan menegaskan, “Kamu adalah saksi dari semuanya ini”. Lengkap sudah kejutan-kejutan yang diberikan oleh Yesus kepada para murid-Nya.
Mereka jadi saksi dari semuanya ini. Bahkan mereka tidak ragu dan takut. Mereka menyadarkan banyak orang yang menolak Yesus dengan sadar dan karena oleh ketidak-tahuan. Keduanya harus didamaikan dan bertobat. Sang pendamai itu adalah Yesus Kristus.
Buah dari pendamaian itu adalah kita semakin mengenal Allah untuk hidup jujur dan benar untuk menuruti perintah-Nya.
Tidak ada kata lain, jika kita mau mengalami kasih Allah yang sungguh sempurna, yaitu merenungkan dan melaksanakan firman-Nya.
Sejatinya kita dipilih dan diutus untuk jadi saksi-Nya, yaitu menceritakan Yesus yang bangkit kepada mereka yang dengan sadar menolak dan yang menolak, karena ketidak-tahuan, sehingga dibukalah pikiran mereka untuk mengerti Kitab Suci dan yang telah terjadi. Amin. Alleluya.
Rm. Petrus Santoso SCJ

