“Lembutkanlah hati kami yang keras ini, ya, Tuhan.”
…
| Red-Joss.com | Belajar dari perumpamaan tentang penabur benih, khususnya untuk benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu.
Benar! Benih itu bisa tumbuh. Tapi tidak bertahan lama. Karena banyak hal di sekitarnya yang tidak mendukung pertumbuhannya.
Sesungguhnya, itulah gambaran dari orang yang keras hati. Telinganya mendengarkan Sabda Tuhan, tapi hati yang keras itu sulit ditembus oleh sabda-Nya. Jika hal itu terjadi, ya, hidupnya begitu-begitu saja. Datar dan monoton.
Jika kita keras hati, mintalah setiap saat dan waktu kepada Tuhan, hati yang lembut. Sehingga Sabda Tuhan sungguh bisa memecah kekerasan hati kita.
Lihatlah, kehadiran dari pribadi-pribadi yang keras hatinya itu (keras kepala dan kata-katanya):
- Sulit untuk diajak berkomunikasi.
- Diam dalam seribu bahasa.
- Dingin dan tidak mempunyai kehangatan dalam berelasi.
- Wajahnya selalu tegang, kaku, dan tidak terpancar sinar kebahagiaan.
- Kata-katanya menusuk dan tidak bisa menjaga rasa. Sembrono saat berkata-kata atau memberikan komentar dan pendapatnya.
- Prinsipnya mau menang sendiri dan tidak peduli dengan yang lain.
- Semua harus mengikuti dirinya, jika tidak, dia lawan.
- Hidupnya tidak terkendali lagi, karena dia seolah-olah hidup sendiri di tengah-tengah dunia ini. Sehingga dia merasa bebas berbicara, tanpa peduli dengan orang di sekitarnya.
- Biasanya, hanya beberapa orang saja yang kemudian peduli, sedangkan yang lain memilih untuk pergi.
- Yang jelas, dia akan jadi bahan pembicaraan di mana-mana.
Apakah kita mau mempertahankan hidup seperti itu?
Karena itu mohon pada Tuhan, supaya berkenan mengubah hati kita yang cenderung makin mengeras itu jadi lembut.
Jangan bertahan untuk menerima benih sabda Tuhan dengan kondisi tanah yang berbatu itu. Tapi sediakan tanah yang baik di hati ini, sehingga benih sabda Tuhan yang ditaburkan bertumbuh dengan subur dan menghasilkan banyak buah.
Dapat dipastikan dengan cara hidup seperti itu, kita bakal mendatangkan sukacita bagi orang yang lain.
Tidak ada jalan yang sulit dilewati, ketika kita datang kepada Tuhan dengan rendah hati untuk menyembah dan memuliakan Dia.
Pancarkan sinar kelembutan hati kepada setiap orang untuk menghadirkan kasih-Nya.
Tuhan memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

