Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sanggup menimbun sejumput rezeki, lewat setiap butiran keringat yang menetes dari jidat tulusnya”
…
| Red-Joss.com | Berprofesi sebagai sang pemecah batu, apakah sekadar sebuah hobi ataukah merupakan merupakan sebuah profesi?
Apa, mengapa, dan bagaimana pun, tapi adalah nyata, bahwa ada orang yang memang riil berprofesi sebagai pemecah batu di dalam masyarakat kita.
Beberapa kekhususan dan keunggulan yang patut kita hargai dari seorang sang pemecah batu, adalah:
Keuletan: tanpa keuletan, mustahil akan ada orang yang akan berprofesi sebagai pemecah batu.
Ketulusan dan kesetiaan: sungguh sangat diragukan, jika seorang yang berprofesi sebagai pemecah batu, namun tidak memiliki sikap ketulusan dan keuletan.
Itulah tiga sikap utama, sebagai kekuatan yang mendasari, mengapa seorang dapat berprofesi sebagai pemecah batu.
Anda dan saya, riil bukanlah sebagai seorang pemecah batu, namun alangkah bahagianya, jika Anda dan saya pun, memiliki sikap ulet, tulus, dan setia di dalam menjalankan tugas serta profesi apa pun.
Mengapa? Karena ketiga sikap itu, justru dapat menjadi kekuatan dan kedasyatan bagi seorang manusia yang ingin meraih sebuah prestasi di dalam karya serta pelayanannya.
Tanpa keuletan, kesetiaan, serta ketulusan, mustahil, Anda dan saya akan sukses di dalam menjalankan bentuk karya apa pun.
“Apakah Anda seorang yang ulet, setia, serta tulus?” Jika memang demikian, maka Andalah orangnya!
…
Kediri, 16ย Desemberย 2023

