Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Makhluk manusia itu diciptakan oleh Sang Maha Suci, maka pada dasarnya, manusia itu pun suci adanya.”
…
| Red-Joss.com | “Keputusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi memberi cahaya terang di tengah kegelapan demokrasi. Keputusan MKMK menjadi bukti kekuatan moral, politik kebenaran, dan politik akal sehat tetap berdiri kukuh meski menghadapi rekayasa hukum konstitusi,” ujar Megawati. Kompas, Senin (13/11/2023).
Seorang mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengatakan, ‘shame culture‘ atau budaya malu di lingkungan korps sejawatnya telah hilang. Dia mengatakan hal itu setelah keluarnya putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi, Selasa (7/11/2023), yang memberhentikan Anwar Usman sebagai Ketua MK. Kompas, Senin (13/11/2023).
Ya, manipulasi itu apa? Suatu cara atau modus operandi yang dilakukan orang untuk menyerang atau memengaruhi emosi serta mental orang lain, sehingga dia bisa mengendalikan orang lain dan mendapatkan apa yang diinginkannya.
Dari definisi itu, kita pun dapat menyimpulkan, bahwa tindakan sang manipulator adalah sebuah kelicikan yang mengeruhkan suasana, agar orang pun terjebak dalam suatu kondisi khaos. Di sana, sang manipulator itu seolah dapat mengendalikan orang lain demi meraih tujuan liciknya.
Sungguh, sang manipulator tentu sangat berani mencampakkan nurani sucinya demi meraih tujuannya. Dia sungguh telah mengorbankan nuraninya sendiri.
Mengapa sampai Ketua Umum PDIP lantang bersuara? Mengapa pula sampai seorang mantan hakim MK pun berpendapat, bahwa para sejawatnya telah kehilangan budaya malu alias shame culture?
Tentu, kedua sikap dan pandangan itu tercetus sebagai reaksi spontan atas tindakan memanipulasi hukum, yang justru diperankan oleh Ketua MK sendiri.
Inilah realitas hidup perpolitikan serta permainan hukum yang terjadi di tengah gencarnya suksesi kepemimpinan di negeri kita.
Sesungguhnya, apa yang telah sirna, sehingga melahirkan kondisi khaos ini? Ya, inilah sebuah deskripsi riil dari kondisi nurani sang manusia yang tercecer terbelah atas nama sebuah kepalsuan.
Inilah deskripsi dari โkualitas ketulusan serta kejujuran” nurani sang anak manusia yang berani memanipulasi hukum demi meraih keinginan dan pemuasan egonya.
Jika demikian, kondisi batin kita pun laksana sebuah kuburan. Di luar tampak dilabur putih bersih, tetapi di dalamnya, penuh dengan kebusukan!
…
Kediri, 13ย Novemberย 2023
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

