Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Wahai sang kejujuran, di manakah engkau?”
(Sebuah Teka-teki Hidup)
…
| Red-Joss.com | Tidak dapat disangkal, bahwa salah sebuah krisis moral terbesar di jagad hidup ini dan kini, adalah “terkikisnya nilai kepercayaan terhadap sesama.” Ada degradasi moral.
Orang-orang sudah tidak dapat lagi mempercayai sesamanya. Sesungguhnya, apa yang terjadi di sini, dan apa yang menyebabkannya?
Sesungguhnya, yang terjadi di sini adalah sebuah krisis moral sebagai ekses dari kepahitan pengalaman hidup. Karena ternyata banyak orang sudah tidak dapat dipercayai, alias banyak orang tidak mampu bersikap jujur!
Semoga kisah heroik ini, mampu meneguhkan kembali hati kita, bahwa ternyata, masih ada sang pemilik hati yang kelewat jujur di jagad hidup ini.
Suatu ketika, aku sedang menunggui mobilku yang sedang dibetulkan. Seorang anak menawarkan kain pel untuk membersihkan mobil. Aku memberi dia uang sekadarnya hanya supaya dia menyingkir. Namun, dia menolak pemberianku. Katanya, orangtuanya mengajar dia untuk tidak menerima uang tanpa bekerja. Ia mengatakan hal itu dengan bangga dan bersungguh-sungguh.
Apa yang dia lakukan selanjutnya sungguh mengagumkan. Ketika tidak mempunyai uang kembali untuk selembar uang besar yang kuberikan, dia menitipkan dagangannya kepadaku untuk pergi menukarkan uang kembalian. Aku berkata kepadanya, itu tak perlu dia lakukan, tetapi dia tetap berkeras, dengan berkata, bahwa dia percaya kepadaku!
(Rm. Jerry M. Orbos, SVD).
Hari ini, kepercayaan kita yang sudah mulai keropos dan tergerus seolah mulai ditata rapi lagi. Ternyata, kisah heroik ini berdampak besar demi memulihkan keraguan hati kita terhadap sesama. Hilangnya rasa percaya terhadap sesama karena pernah dibohongi.
Semoga, masih ada segelintir orang jujur di sisi hidup kita yang dengan tegas menolak uang kotor.
“Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah dia makan!”
(2 Tesalonika 3: 10)
…
Kediri,ย 2ย Desemberย 2023

