Mencari dan menemukan kebenaran kepada dan dalam diri seorang yang benar. Yang mencari dan yang menemukan adalah Nikodemus. Yang dicari dan yang ditemukan sebagai orang yang benar adalah Yesus.
Waktu yang dipilih adalah malam hari, ketika semua orang sudah beristirahat. Gelapnya malam tidak bisa menyembunyikan suatu terang dari hati yang telah terinspirasi dan diterangi oleh orang yang benar ini.
Pesan-pesan yang besar telah disampaikan dan dicatat dengan baik dalam Injil. Kata-kata yang dirindukan oleh dunia dan mendatangkan keselamatan bagi dunia, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Joh 3: 16).
Kata-kata benar itu menjawab kerinduan kita. Karena kehadiran-Nya telah dinantikan begitu lama. Bapa telah menyiapkan Dia dengan sempurna. Sekarang bagaimana dan apakah kita yang selama ini sedang dan merindukannya itu memandang Dia yang ditinggikan itu dan jadi percaya?
Bagi yang sudah percaya, apakah hatinya sudah diinspirasi dan diterangi oleh-Nya?
Sekarang, waktu jadi relatif. Bisa pagi, siang, malam atau tengah malam. Yang menentukan sekarang adalah mengenai sikap, disposisi batin dan keputusan kita: Percaya atau tidak percaya kepada-Nya? Menerima atau menolak-Nya? Setia atau tidak setia kepada-Nya? Mendekat atau menjauh dari-Nya? Mengikuti atau menyangkal-Nya? Mengakui atau mengkianati-Nya?
Apa yang kita pilih itu memberikan efek kepada hidup kekal yang dijanjikan-Nya untuk masa depan kita.
Carilah dan temukanlah yang benar, ketika kita sudah tahu, bahwa Sang Kebenaran itu ada di tengah kita dan ada pada diri-Nya!
Jangan ditolak suara hatimu untuk percaya kepada-Nya!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

