Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Guru agunglah sang inspirator kehidupan”
(Pada Sepotong Catatan)
Guru Agung
si dia
yang berpribadi sungguh agung, bersikap dan bertindak agung, bertutur dan berbuat sejalan seirama
Dia
laksana sebatang kandil dalam kabut gulita
memberi secercah cahya tersamar sambil meleleh diri
mulut emasnya merenda aneka sulaman inspiratif bagi sang murid
Guru agunglah
sang inspirator kehidupan
Fr. M. Christoforus, BHK
Pada Sepotong Catatan
Siapa tidak Mengenal Guru?
Ketika salah seorang kaki tangan pemerintah (menteri), mungkin karena disengaja atau alasan ‘keseleo lidah,’ berkata bahwa ‘Guru justru jadi beban bagi negara,’ maka ratusan dan bahkan ribuan cercaan pun dilontarkan spontan oleh netizen sebagai reaksi kekecewaan warga atas tuturan sang kaki tangan pemerintah itu.
Rupanya bagi para netizen yang sungguh sadar diri, bahwa mereka pernah berguru pada Guru, maka mereka tidak bersabar untuk membela Guru, walaupun hanya via media online. Sebuah pertanyaan retoris pun diajukan, “Bukankah semua pejabat yang kini sedang mengemban tugas negara, justru pernah jadi salah seorang murid dari salah seorang Guru?”
Ya, layaknya sebagai seorang manusia biasa, tentu seorang Guru selain unggul berdasarkan profesinya, namun juga memiliki sisi-sisi kelemahan sebagai seorang manusia. Namun hal ini, tidak mengurangi bobot pengabdiannya dan rasa hormat kita kepada rekan si Umar Bakri itu, bukan?
Sebuah Mimpi Abadi tentang Idealnya Sang Guru
Sesuai idealisme para pakar dan praktisi pendidikan modern, maka terdapat “empat kategori” tentang seorang Guru ideal.
Mari Cermati dengan Saksama!
- Guru Biasa: yakni seorang Guru yang sanggup mentransfer ilmu pengetahuan kepada muridnya.
- Guru Baik: yakni Guru yang selain sanggup mentransfer ilmu pengetahuan, namun juga sanggup menjelaskannya kepada muridnya.
- Guru Hebat: yakni Guru yang selain sanggup mentransfer ilmu pengetahuan, menjelaskannya, dan sanggup pula mendemonstrasikan dengan memberikan contoh serta teladan handal.
- Guru Terhebat: yakni Guru yang tidak saja sanggup mentansfer ilmu pengetahuan, menjelaskannya, dan memberikan contoh serta suri teladan, namun ia juga sanggup menginspirasi muridnya.
Inilah realitas dari sekeping wajah sejati dari sang Guru yang selalu kita jumpai di dalam ziarah kehidupan ini. Bahkan Anda dan saya pun pernah berstatus sebagai murid dari salah seorang Guru dengan kriteria tertentu itu.
Dambaan Ideal Para Warga Masyarakat
Sebagai warga masyarakat biasa, tentu kita sungguh sangat mengharapkan, agar para Guru kita kini, setidaknya dapat mencapai kriteria sebagai guru yang yang paling ideal.
Bagaimana Konkretnya?
Jika Anda hanya jadi seorang Guru yang biasa, maka peran ini bisa diemban oleh orangtuanya di rumah. Jika Anda hanya jadi seorang Guru yang baik, maka peran ini bisa diemban oleh tetangganya.
Semoga para guru kita, setidak-tidaknya sanggup mencapai taraf sebagai guru terhebat!
Karena bukankah dari tangan dan dada para Guru itu yang sanggup menginspirasi, maka akan lahirlah sebuah generasi yang kelak sangggup menginspirasi sesamanya di dalam hidupnya kelak.
Bukanlah
guru adalah obor masyarakat!”
Kediri, 21 Agustus 2025

