Lautan itu takkan keruh hanya karena satu ember limbah. Begitu pula hidup kita. Jika kebaikan dan amal kita telah seluas samudra, maka satu tetes kesalahan takkan mampu menenggelamkan kebaikan hati kita.
Jika Tuhan begitu luas mengampuni, sudah sepantasnya kita juga melapangkan dada. Jangan biarkan hati kita jadi kolam sempit yang mudah keruh oleh kata-kata atau perbuatan buruk orang lain. Jadilah samudra: terima segalanya, namun tetaplah murni oleh dalamnya hati ini.
Mengenang kesalahan itu perlu untuk belajar, namun terpaku padanya hanya akan menghambat kita berlayar. Paskah dan Idul Fitri adalah simbol ‘titik nol’: saat di mana beban dilepaskan dan jiwa kembali ringan. Hari ini kita jadi baru, besok kita lebih bercahaya.
Berkah Dalem.
Jlitheng

