“Hal Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya” (Mat 13: 33).
Mencampurkan sedikit ragi ke dalam tiga sukat tepung yang setara dengan sekitar 50 kilogram tepung, cukup untuk membuat roti bagi ratusan orang. Setelah tercampur rata, kita tidak dapat membedakan lagi antara ragi dan tepung. Proses fermentasi membutuhkan waktu. Setelah ragi menunjukkan kekuatan tersembunyinya, barulah kita menyadari kehadiran dan pengaruh ragi setelah tepungnya mengembang.
Demikian pula dengan dua belas (12) Rasul, yang Tuhan tanamkan dalam suatu bangsa, kini dikenal di seluruh dunia sebagai Gereja Katolik. Butuh waktu yang panjang, hingga akhirnya kita memiliki rangkaian ajaran Gereja secara penuh. Buah dari perjuangan dan pengorbanan mereka akhirnya dapat dirasakan pada zaman ini.
Sebagaimana para Rasul, kita juga dipanggil untuk jadi ragi bagi dunia saat ini. Tuhan menghendaki agar kita seperti ragi yang meresap dalam lingkungan kita, yaitu ragi kasih, toleransi, keadilan, dan tanggung jawab untuk membangkitkan kehidupan baru di tengah dunia yang penuh dengan dosa, keserakahan, ketidakadilan, dan kekerasan.
Fr. Anton, CSE
Senin, 28 Juli 2025
Kel 32: 15-24.30-34 Mzm 106: 19-23 Mat 13: 31-35
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

