RedJoss.com – Eling lan waspada, itu mantra jiwa yang ampuh dan dipercaya sejak berabad lampau. Mantra yang mengajarkan kesadaran diri pada kita agar hidup selamat dunia akherat.
Bukan sembarang falsafah hidup. Kata-katanya yang sederhana, jika diterapkan dalam hidup keseharian sungguh luar biasa. Mengubah hidup kita semakin bermakna.
Coba direnungkan. Ijinkan kata-kata itu mengaliri denyut nadi. Rasakan dan nikmati pula sensasi anugerah Allah dalam hidup kita.
Eling berarti ingat. Kita diajak agar selalu ingat asal mula hidup ini agar kita ingat untuk kembali kepada Sang Pencipta.
Ketika hidup diarahkan kepada Allah, berarti dengan seijinNya, kita dimampukan untuk mengekplorasi bakat dan anugerahNya. Hidup bertumbuh kembang dan bermakna.
Sebaliknya, ketika menjauh dari Allah, umumnya bermula diri sendiri. Kita mudah komplain, ngeluh, menyalahkan orang lain, doa yang belum dikabulkan, dan seterusnya. Kita menjadi tidak tenang, kemrungsung, dan jauh dari rasa damai. Hidup yang berujung pada penyesalan, derita, sia-sia, dan dosa.
Bisa juga, karena sukses, kita menjadi sombong, superior, dan berasa lebih terhormat. Kita lalu mudah meremehkan dan menyalahkan orang lain. Kita menjadi egois. Sifat keegoisan dan sombong rohani inilah yang membuat kita abai, tak acuh, hingga lupa diri. Padahal Allah selalu mengingatkan kita lewat kata hati; nurani agar kita ‘eling lan waspada’.
Untuk memupuk sifat eling lan waspada itu kita dapat melakukan dengan berdoa. Sesibuk apapun, kita mencari saat hening untuk bercengkerama dengan yang EmpuNya hidup. Sekaligus menimba kekuatan dariNya agar hidup kita terarah kepada kebaikan dan semakin bermakna.
Saling mengingatkan, waspada, dan saling mendoakan itu jauh lebih berguna, jika kita bagikan untuk sesama. Kita jangan pernah malas untuk mengingatkan dan mendoakan sesama yang melenceng hidupnya dari Allah. Kasih Allah adalah sumber keselamatan dan kebahagiaan kita. (MR)
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

