“Hidup ini tidak untuk memviralkan diri sendiri, tapi menenggelamkan hati kita ke samudra kerahiman Ilahi.” -Mas Redjo
Senantiasa bersikap tenang dan berpikir jernih itu yang saya lakukan setiap kali di medsos berseliweran berita yang heboh dan viral. Saya tidak reaktif dan terpancing emosi, apalagi ikut menyebarkan berita yang tidak jelas sumber dan kebenarannya itu.
“Apa untungnya bagi saya dan orang lain?”
Selalu bertanya pada diri sendiri dengan berefleksi adalah langkah bijak untuk bersikap tenang dan berpikir jernih, meski seheboh apa pun berita itu.
Jujur, saya menghindari kehebohan, apalagi demi kegaduhan itu bagai tong kosong yang berbunyi nyaring. Berisik, memerahkan telinga, dan menyesakkan dada hingga sakit.
Coba bertanya pada diri sendiri. Karena ingin menyampaikan berita aktual dan viral, kita tidak kroscek dulu. Yang penting viral dan ‘wow’, meski efeknya negatif, melukai hati, atau memecah persaudaraan. Bahkan tidak sedikit di antara kita yang berbangga diri, numpang beken, dan memancing di air keruh mencari keuntungan sendiri atau demi kroninya.
Ketika ternyata berita yang ikut kita viralkan itu hoaks, ada di antara kita yang malu, merasa bersalah, dan berdosa. Tapi ada juga yang tidak peduli, bersikap masa bodoh, dan cuwek bebek dalam kedosaannya.
Disadari dan diakui, atau tidak, ketika kita menyenangi kegaduhan, sejatinya hal itu adalah cerminan dari keadaan diri ini atau keluarga sendiri. Benar?!
Stop kegaduhan! Bijaklah bermedsos! Sebagai orang beriman dan cinta persaudaraan, alangkah damainya jiwa ini, jika kita sekadar berbagi hal-hal baik dan positif serta yang menginspirasi.
Hidup saling mengasihi dalam kerahiman Ilahi!
…
Mas Redjo

