Tidak ada yang pasti dalam hidup ini selain kematian. Kematian membuat kita terpisah secara fisik dengan orang-orang yang dicintai. Meskipun terpisah secara fisik, kenangan dan ingatan kita yang tetap mencintai terhadap pribadinya tidak pernah lenyap. Itulah keabadian.
Hal itu makin menguatkan pengalaman rohani kita yang pernah mengalami ditinggalkan oleh kematian anggota keluarga kita; anak yang ditinggal mati oleh orangtua; orangtua yang ditinggal mati oleh anak, maupun ditinggal mati oleh saudara-saudari atau orang-orang yang dicintai.
Tidak mudah menghibur dan memahami pengalaman mereka yang harus menerima kematian anak atau saudara-saudari, karena ledakan bom, kecelakaan kendaraan, atau karena bencana lainnya. Rasa empati dan kata-kata itu tidak akan cukup menghibur mereka. Jadi pendamping dalam situasi ini perlu kesabaran yang luar biasa. Kalau belum pernah mengalami situasi yang mirip, orang cenderung menganggap mudah mengatakan kata-kata klise yang tidak dibutuhkan oleh mereka yang berdukacita.
Untuk melupakan kesedihan dengan kata-kata yang bermaksud menghibur sering kali malah bisa mengecewakan. Mungkin cukup melakukan tindakan sederhana untuk mereka. Misalnya, kita bersiaga menyiapkan sapu tangan dan tisu untuk saudara kita yang terus menangis, karena kesedihan dialami untuk menunjukkan kepedulian dan empati pada mereka yang sedang berdukacita itu.
Dengan iman yang dihayati, kita meyakini, bahwa kematian itu bukan akhir hidup kita. Kematian hanyalah sebuah peralihan dari hidup yang fana menuju hidup abadi bersama Bapa dan para Kudus-Nya di Surga.
Hari ini kita mengenang dan mendoakan mereka yang telah menghadap Allah Sang Pencipta, khususnya orang-orang yang kita kasihi. Bagi kita yang masih hidup di dunia, hidup ini merupakan kesempatan untuk mempersiapkan diri untuk memperoleh hidup kekal bersama Bapa dalam Kerajaan Surga. Kita juga diajak untuk mendoakan mereka yang sedang berada di api penyucian agar jiwa mereka dimurnikan dan segera menikmati kebahagiaan kekal bersama Bapa di Surga.
“Ya, Yesus, teguhkan dan kuatkan keluarga-keluarga kami dalam menghadapi setiap situasi dukacita, karena kehilangan orang-orang yang kami kasihi. Amin.”
Ziarah Batin

