“Sengsara St. Yohanes Pembaptis mengingatkan kita, bahwa jadi murid sejati itu menuntut segalanya, tapi tidak ada yang hilang, bila semua dipersembahkan kepada Kristus.”
Kami mengenang kesaksian St. Yohanes Pembaptis, yang memilih kebenaran daripada kompromi, kekudusan daripada kenyamanan, dan kemuliaan-Mu daripada hidupnya sendiri. Di dunia yang sering lebih suka diam daripada bersuara, ia tetap mewartakan pertobatan tanpa takut, menyiapkan hati bagi kedatangan Kristus.
Seperti Yohanes, kami juga dipanggil untuk hidup murni dan kudus. Namun sering kali kami seperti Herodes: mau mendengarkan sabda-Mu, tapi menolak kuasa yang hendak mengubah kami. Dosa menyamar sebagai kesenangan, tapi akhirnya membelenggu dan membutakan hati.
Tuhan, karuniakanlah kami keberanian untuk hidup sebagai anak-anak terang, bersukacita dalam pemerintahan-Mu yang adil. Semoga kasih kami tulus, hati nurani kami jernih, dan kesaksian kami teguh, meski harus dibayar mahal.
Melalui doa St. Yohanes Pembaptis, kobarkanlah hati kami dengan semangat akan kebenaran-Mu. Semoga kata dan tindakan kami membawa orang kepada Kristus, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Bila kami digoda untuk takut atau berkompromi, ingatkanlah: lebih baik kehilangan nyawa demi Engkau, daripada memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan jiwa.
Terpujilah Engkau, ya Tuhan, sebab sepanjang zaman Engkau membangkitkan para nabi yang mengingatkan kami: kerahiman-Mu lebih kuat dari dosa, dan kebenaran-Mu bertahan selamanya. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

