“Ketakutan berlari, tapi kabar sukacita itu lebih cepat. Karena Yesus yang bangkit sudah menunggu di depan.”
Allah yang Maharahim, kami datang dengan hati yang sering terombang-ambing antara takut dan berharap. Seperti para wanita di makam, kami membawa kegelisahan, pertanyaan, dan ketidakpastian, tapi juga kerinduan untuk mencari Engkau terlebih dahulu.
Terima kasih, Bapa, karena Engkau menjumpai kami di situ. Engkau tak menunggu kami sempurna atau tanpa ketakutan. Engkau datang saat kami masih berjalan, ragu, gemetar; dan Engkau mempertemukan kami dengan Putra-Mu, Yesus.
Ketika Yesus berkata, “Jangan takut,” kami ingin menerimanya dengan hati. Faktanya sering kali kami membiarkan ketakutan itu menguasai pikiran dan langkah ini. Tapi kebangkitan-Mu menyatakan kebenaran yang lebih besar: maut telah dikalahkan, dosa tidak punya kata akhir, dan hidup kami tak lagi terkurung dalam gelap.
Bapa, jauhkan kami dari hati seperti para penjaga, yang melihat kuasa-Mu, tapi memilih kenyamanan dan kebohongan. Bebaskan kami dari hidup yang berpusat pada diri sendiri. Bukalah mata kami saat Roti dipecahkan. Nyalakan hati kami melalui sabda-Mu. Curahkan Roh Kudus-Mu agar kami hidup dalam kenyataan Kristus yang bangkit.
Kami mau berlari itu bukan karena takut, melainkan karena melaksanakan perutusan kami. Pakaikah aku, dan kami sebagai Gereja-Mu untuk jadi saksi sukacita Paskah. Dalam hal-hal sederhana sekalipun, utuslah kami membawa kabar ini: Yesus hidup!
Yesus, aku percaya pada-Mu, utuslah kami sebagai saksi kebangkitan-Mu. Alleluia.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

