| Red-Joss.com | “Kamu itu sungguh sahabat yang baik,” kata seseorang yang sudah dekat dengan kita. Kita juga senang, jika disebut sebagai sahabat.
Menjadi sahabat yang baik itu memang harus dekat.
Coba simak ungkapan Tuhan Yesus, “You are my friends…” (John 15:14).
Kata-kata ini sangat mengejutkan sekali. Sekaligus hal itu juga sangat menenangkan kita.
Ke mana kita berada, ada seorang sahabat yang menemani. Posisi Dia amat dekat dengan kita. Tujuan Yesus menyebut kita sebagai sahabat-Nya, tentu, supaya kita berelasi lebih dekat dan semakin dekat. Karena sifat dari seorang sahabat: Kedekatan yang akrab dan intim.
Sudahkah kita menjadi sahabat Yesus yang dekat? Jika belum, mungkin salahnya di sini…
“Jika kamu melakukan apa yang Aku perintahkan padamu” (Yoh 15: 14).
Sederhananya, jangan mengaku-aku jadi sahabat Yesus, jika kita tidak taat kepada perintah-Nya. Karena itu syarat jadi murid-Nya. Yang utama adalah mengasihi sesama manusia seperti kita mengasihi diri sendiri. Kita harus siap untuk menjadi sahabat bagi yang lain.
Kita tentu merasakan persahabatan itu terjalin akrab, setelah kita bersahabat dengan Yesus. Karena persahabatan kita dengan Yesus, membuka persahabatan kita dengan yang lain.
“Ini Aku perintahkan kepadamu: Kasihilah satu sama lain” (Yoh 15: 17).
Sesungguhnya itulah makna ketaatan kita pada perintah Yesus agar kita menjadi sahabat yang saling mencintai dalam doa dan kehidupan sehari-hari.
Hidup saling mengasihi, sebagaimana Allah adalah kasih.
….
Rm. Petrus Santoso SCJ

