Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Pencapaian tertinggi dari proses olah rohani adalah meraih kesadaran diri tertinggi.”(Proses Penemuan Diri Sejati)
…
| Red-Joss.com | Hingga kini, manusia masih sering salah kaprah dalam memahami โkesatuan antara jiwa dan badanโ.
Keberadaan jiwa dan badan itu bukan merupakan dualisme, melainkan satu kesatuan utuh total.
Berikut dialog sarat makna antara Guru dengan seorang calon murid.
Buta
“Apakah boleh, jika saya menjadi murid Tuan?”
“Engkau menjadi muridku hanya karena matamu masih tertutup. Jika engkau membuka matamu, engkau akan melihat, bahwa tidak ada yang dapat kau pelajari dari aku atau dari orang lain.”
“Lalu, apa gunanya Tuan menjadi seorang Guru?”
“Ya, agar engkau bisa melihat dan sadar, bahwa tidak ada gunanya berguru kepada seseorang.”
(Anthony de Mello, SJ)
Orang-orang yang sudah mengalami taraf pencerahan, sering kali tuturan, pandangan, serta tindakannya sukar untuk dipahami oleh khalayak ramai.
Bahkan, mereka sering dicap sebagai orang edan atau kelompok orang yang sudah tidak waras.
Ada orang yang menyebutnya sebagai orang yang berbahasa langit. Karena menggunakan bahasa serta bernalar yang sulit dipahami oleh masyarakat kebanyakan.
Mereka sudah terbebas dan ikatan belenggu berpikir terkungkung dari sekatan-sekatan hidup dan pandangan sempit serta dangkal. Mereka telah melompat jauh melampaui pemahaman orang kebanyakan.
Artinya, mereka sudah mengalami suatu proses pencerahan hidup yang melampaui batas nalar.
Jika Anda sungguh-sungguh mau mencermati dan berupaya untuk memahami, apa makna esensial dari dialog antara sang Guru dengan calon murid, maka sesungguhnya, Guru itu adalah sosok pribadi yang sudah tercerahkan.
Mungkin saja, dialog ini akan dianggap gagal total dan kurang waras oleh si calon murid. Hal ini dapat dibuktikan dari tuturannya, “Lalu, apa gunanya, Tuan menjadi Guru?”
Guru lalu bertutur, “Saat engkau membuka mata, engkau akan melihat, bahwa tidak ada yang dapat kau pelajari dari siapa pun.”
Ternyata manusia, baru memahami sesuatu dengan baik dan benar, justru tatkala dia telah mencapai suatu proses pencerahan.
Dalam konteks ini ternyata, makna esensial dari proses membuka mata, artinya proses meraih suatu pencerahan alias meraih kesadaran tertinggi.
Itulah roh dari kesadaran tertinggi!
…
Kediri,ย 17ย Maretย 2024

