Arahkan pandanganmu pada kubur itu. Apa yang sudah terjadi sebelumnya dan diakhiri di atas Puncak Golgota, akan dimulai kembali dari kubur itu. Kisah-kisah tentang Dia akan dimulai lagi dari tempat itu.
- Sekarang dalam keheningan kita menunggu. Dalam doa kita telah menemukan buah-buah rohani dari peristiwa sebelumnya: Perjamuan, pelayanan, pengorbanan, dan penyerahan diri-Nya kepada Bapa. Apa yang terjadi di Puncak Golgota itu jadi amat indah dengan peristiwa-peristiwa di sekitarnya: Bait Suci terbelah jadi dua, kesaksian dari serdadu yang mengatakan, “Orang ini sungguh Anak Allah”, dari lambungnya yang tertikam kel uar darah dan air, lalu, saat Dia dipangku oleh Sang Bunda.
- Benar! Kita sedang dituntun untuk berdamai dengan semuanya. Satu demi satu, kita diajak memahami arti di balik semua peristiwa itu. Sebab, ada kisah baru yang dimulai dari kubur itu. Dari sana kita akan melihat kesaksian-kesaksian dari pribadi yang dikasihi oleh Dia yang terbaring di dalam kubur yang tenang itu.
- Para sahabat, saya tahu, sejak memasuki Pekan Suci Minggu lalu, kita sudah membangun niat untuk bisa memperbaharui diri dengan mendapatkan buah-buah rohani dari perayaan-perayaan yang kita ikuti selama Pekan Suci ini. Media sosial telah menyatukan kita dan menambahkan pengalaman kita, karena kita bisa saling berbagi gambar, kata-kata, refleksi dan renungan. Bahkan banyak sahabat yang amat bangga, karena bisa melayani selama perayaan-perayaan itu. Tentu ini jadi pengalaman yang mengesankan, menggembirakan dan membanggakan.
- Secara keseluruhan belum selesai. Kita masih menantikan kisah baru dari kubur itu. Kita tetap tenang menunggu dalam doa, meditasi dan kontemplasi. Siapkan hati ini saat kita benar-benar melihat kisah baru itu dan “mberjumpa dengan Dia. Pasti mengagumkan, karena semuanya akan tergenapi. Sekarang, sabar, dan tetap tenang …
Rm. Petrus Santoso SCJ

