| Red-Joss.com | Kematian! Kubur yang sunyi itu akan jadi tempat peristirahatan kita yang terakhir di dunia ini.
Tidak ada yang bisa menghindari, karena tahap ini adalah tahap yang pasti. Yesus juga pernah berada dan dibaringkan di kubur yang sunyi itu.
Tempat di mana Yesus dibaringkan, setelah diturunkan dari salib itu, kini, jadi tempat yang ramai dikunjungi oleh para peziarah di Tanah Suci.
Di Tahun 2017, aku mendapatkan kesempatan untuk berdoa di tempat-Mu yang sunyi itu.
Saat itu yang aku renungkan: Kematian-Mu, membuat mereka yang meninggal mempunyai pengharapan akan kehidupan yang baru. Sengat maut akan hilang oleh karena kebangkitan-Mu. Gelapnya makam akan berubah jadi terang karena kebangkitan-Mu. Kematian tidak lagi menguasai, karena kebangkitan akan jadi pemenangnya.
Saat ini, tugas setiap orang adalah harus menyiapkan hari kematian dengan sebaik-baiknya.
Caranya, dengan hidup yang makin beriman, taat, benar, dan suci di hadapan Tuhan. Karena dengan cara seperti itu, kita tidak takut untuk melewati tahapan akhir dari kehidupan di dunia ini: kematian
Kematian itu tidak mengenal usia. Jika waktunya tiba, Tuhan mempersilahkan kita untuk menuju ke tempat yang terakhir di dunia itu.
Doa kita:
Tuhan, bawalah tubuh, jiwa dan roh ini untuk ikut bangkit dalam kemenangan bersama Putera-Mu. Khususnya saat kami mengalami “kematian iman, roh, dan kematian semangat” seperti yang terjadi saat ini.
Tumbuhkan iman, harapan, dan kasih agar hidup kita berbuah ketaatan dan kesetiaan pada-Mu.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

