| Red-Joss.com | Sabda Bahagia itu pesannya amat istimewa. Disampaikan oleh pribadi yang istimewa untuk didengarkan oleh oleh pribadi-pribadi yang istimewa pulaa. Kata-katanya sederhana, tapi menggetarkan jiwa dan bisa diimplementasikan dalam hidup yang nyata. Sehingga kita disebut yang berbahagia.
Bagaimana Tuhan tahu, bahwa kita berbahagia?
Saat kita berdoa di hadapan Tuhan dan mengatakan sendiri, bahwa kita selalu bersyukur dan berterima kasih atas perlindungan-Nya. Bahkan kita tidak pernah lupa untuk mengucap-syukur atas berkat-berkat yang telah diterima.
Menjadi bahagia itu tidak harus menunggu komentar orang lain. Kita juga tidak harus memberi jawaban atas pertanyaan orang lain, karena bertanya, “apakah kamu bahagia?”. Hal seperti itu tidak memberi pengaruh pada bobot kebahagiaan yang sedang kita alami.
Sesungguhnya yang membuat hati ini gelisah, ketika kita merasa bahagia sekadar berkamuflase. Padahal hati ini tidak bahagia. Kita ingin membahagiakan orang lain, tapi untuk diri sendiri sulit. Bahkan, kita berkata, “bahagia”, tapi senyatanya tidak. Karena sejatinya kriteria pencapaian kebahagiaan tiap orang itu berbeda-beda.
Pesan Yesus jelas, “Sabda Bahagia” ini bisa dialami oleh siapa pun dalam kondisi-kondisi yang berbeda. Yang penting, di setiap kondisi itu, yang mengalami bisa menemukan maknanya. Bahagia itu sumbernya dari hati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

