“Patience is not simply the ability to wait, it’s how we have behave while we’re waiting.” -Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Sering kita mendengar nasihat, “Yang sabar, ya …” Kita pun sering menuruti nasihat itu dan bersabar. Tapi setelah sekian lama manunggu keadaan itu tidak berubah. Bukannya makin mudah, malah makin parah dan susah. Inilah ambang batas kesabaran. Kita mulai bertanya sampai kapan kita harus bersabar? Sampai mana cobaan dan kesulitan ini harus kita hadapi? Tapi ingat, bukan sabar namanya, kalau ada batasnya. Bukan ikhlas namanya, kalau masih diingat-ingat masalah dan kesalahannya.
Sabar memang keutamaan tingkat tinggi, sebuah kata yang bisa menghibur hati saat masalah dan kesulitan menghampiri. Sebuah kata yang menenangkan jiwa di saat hati menderita dan gudah gulana. Sabar itu bukan diam tanpa kata, bukan diam menunggu. Juga bukan pasrah dan tidak melakukan apa-apa.
Maknai dan artikan kesabaran dalam tiga hal ini:
Pertama: sabar itu sebuah kesiapsediaan. Untuk berproses hari demi hari. Kesediaan untuk memahami, meski sering disakiti dan tidak sehati. Untuk mencintai, meski rasa sudah tidak seperti dulu lagi. Untuk mengampuni meski jutaan kesalahan melukai hati. Kesediaan untuk menerima, walau hati menderita.
Kedua: sabar itu sebuah ‘obedience’ (ketaatan). Ketaatan untuk setia, walaupun tergoda. Untuk percaya, walau hasil tidak tampak oleh indra. Untuk berproses bukan banyak protes. Ketaatan untuk membiarkan tangan Tuhan berkarya.
Ketiga: sabar itu sebuah ‘faith – hope – love’. Sabar itu sebuah proses iman. Tetap percaya meski masalah dan kesulitan menimpa. Tetap berharap meski raga tidak berdaya. Tetap mencitai meski disakiti. Ingat orang sabar itu dikasihi oleh Tuhan.
Kadang kita marah, saat doa yang kita mohon dan doakan tak kunjung ada jawaban. Kadang kita putus asa saat usaha terasa sia-sia. Sabar bukan hanya soal menanti, tapi juga soal menikmati. Menikmati masa tanam sebelum memanen. Menikmati belajar sebelum pintar. Menikmati bekerja dan berusaha sebelum kaya raya. Menikmati sendiri sebelum menemukan pujaan hati. Menikmati panas sebelum sejuk air hujan turun membasahi bumi.
Untuk kita yang sedang menanti sebuah jawaban, yang sedang bekerja dan berusaha. Untuk kita yang sedang memperbaiki sebuah hubungan, yang sedang berjuang mencari keadilan, dan yang sedang bertahan di tengah kesulitan.
Selalu sabar untuk terus berusaha dan berserah, karena yang sedang kita doakan itu sesungguhnya sedang Tuhan kerjakan.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

