Oleh : Rio, Scj.
“Anger doesn’t solve anything it builds nothing, but it can destroy everything.” – Rio, Scj.
| Red-Joss.com | Marah, jengkel, atau dongkol itu bisa mendatangi kita kapan saja. Saat menerima telepon, membaca pesan, di rumah, kantor, jalan, bahkan saat di tempat tidur.
Sabar … sabar … dan sabar. Sabar itu memang berat. Jika kita mampu melakukannya, kita akan memiliki karakter yang kuat.
Coba tiga langkah ini untuk bisa sabar. “Tarik nafas, hembuskan, terus ulangi hingga kita menjadi tenang.” Sederhana, tapi sering terlewatkan. Jika kita menerapkan dengan baik, kasiatnya luar biasa.
Sabar, bersabar itu memang berat perjuangannya, tapi manfaatnya sungguh terasa. Hati kita jadi tenang, tentram, dan damai.
Dalam hidup masalah datang silih berganti. Banyak hal yang bisa memicu kita untuk marah dan emosi. Sehingga kesabaran kita diuji. Ketika emosi sudah hampir mengalahkan nalar. Ingatlah lebih baik sabar daripada kita berselisih, ribut, dan bubar.
Bersabar itu tudak berarti kita lemah dan tak berdaya. Tapi sabar menunjukan kita lebih dewasa. Kita mau memahami dan menerima keadaan, meski kita tidak bersalah.
Sabar, bersabar meski keadaan sesulit apa pun selalu ada jalan ke luar. Sabar itu tanda dan bukti, kalau kita memiliki jiwa yang besar. Sabar adalah wujud dari iman yang kuat berakar. Pribadi yang rendah hati.
Deo gratias.
Edo/ Rio, Scj

