Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Saya akan membagikan sebuah kegembiraan dan rasa syukur atas sebuah peristiwa cinta!
Disadari, bahwa hidup ini memang sungguh ruwet dan serba rumit. Walau pun hidup ini keras dan pelik, tapi ternyata, ada kelembutan dan kasih di sana.
Inilah sebuah kisah dari pribadi yang sungguh baik hati!
Saya telah menyaksikan sebuah adegan hidup yang menyayat nurani.
Di depan, tak jauh dari angkot yang aku tumpangi, berdiri seorang Ibu sambil menggandeng tangan mungil ketiga orang putranya.
Tampak beberapa kali sang Ibu menawarkan kepada sang sopir, apakah dia boleh menumpang angkot itu dengan membawa ketiga putranya, karena tidak mempunyai uang.
Setiap kali dia ditolak dengan alasan, karena tidak ada angkot yang gratis untuk memuat penumpang.
Kali ini, Dewi Fortuna memihaknya. Ketika sopir itu justru membolehkan Ibu itu menumpang bersama ketiga putranya.
Di saat mereka turun, Ibu itu bergegas untuk mengucapkan berterima kasih, karena ketiga putranya telah gratis menumpang angkot.
Tapi, ada penumpang keenam yang memberikan kepada sopir angkot itu uang sebesar Rp 14.000, sambil berkata, “Ini ongkosku, juga untuk Ibu dan tiga orang putranya itu.”
Betapa tertegun dan terperanjat sopir itu.
Ternyata di bumi yang keras dan rumit ini masih ada orang yang sungguh berhati emas.
Pada titik kehidupan yang serba krusial ini, di persimpangan sebuah jalan terjal, tempat orang bertransaksi antara: hak dan kewajiban, gengsi, dan kuasa; ternyata masih terdapat selembar daun pintu kasih yang terkuak.
Apa yang ada, hadir, dan terjadi lewat kisah kemanusiaan ini?
Di sinilah, pada titik didih ini, di puncak kebahagiaan ini, terjadi sebuah perjumpaan penuh kasih.
Antara Ibu yang jujur hatinya, sopir yang baik hatinya, dan penumpang yang dermawan.
Sungguh, ternyata Tuhan selalu hadir, ada, serta menyertai kita, kapan, dan di mana pun.
Di saat itu, kau berada di mana?
…
Kediri,ย 25ย Januariย 2024

