“…Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku” (Yoh 21: 16).
Pengalaman para murid akan kebangkitan Yesus membuat mereka tidak ragu lagi untuk memberikan kesaksian. Mereka tidak merasa takut lagi untuk mengatakan Yesus yang sungguh bangkit. Kepada Simon Petrus diberikan kepercayaan yang besar untuk mewartakan kebangkitan Yesus. Bahkan Simon Petrus diberi kuasa untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Namun dari pada itu, Simon diminta untuk serius mengasihi Yesus. Yesus meminta Simon untuk menanggalkan keraguan dan memantapkan hati. Yesus meminta Petrus memiliki keteguhan hati dalam menjalani perutusan menjadi gembala.
Pengenalan akan Yesus yang telah bangkit, membawa Petrus pada perutusan yang harus dilaksanakannya. Dasar perutusan itu adalah kasih Allah sendiri. Bagaimana dengan kita? Seberapa teguh kita mengasihi Allah? Untuk sampai memiliki keberanian dalam memberikan kesaksian akan Yesus yang bangkit kita harus memiliki hati yang terbuka terhadap karya dan bimbingan Roh Kudus. Dengan kuasa Roh Kudus, kita dimampukan untuk bersaksi dengan penuh kuasa. Kisah Para Rasul memberikan gambaran yang kuat akan campur tangan Roh Kudus dalam kesaksian dan pelayanan dalam mewartakan kebangkitan Kristus.
…
Rm. Macarius, CSE
Minggu, 04 Mei 2025
Kis 5: 27-32.40-41 Mzm 30: 2.4-6.11-13. Why 5: 11-14 Yoh 21: 1-19
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

