Yesus menjanjikan Roh Kebenaran kepada murid-murid-Nya. Roh itu akan memimpin murid-murid itu ke dalam seluruh kebenaran. Sebab la tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang dikatakan-Nya, dan la akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang” (lih. Yoh. 16: 13).
Kita melihat janji Yesus secara konkret dalam kisah termasyur dialog Paulus dengan beberapa filsuf dari golongan Epikuros dan dari golongan Stoa di Areopagus, Atena. Paulus memperdengarkan ajarannya kepada para filsuf, yakni Allah yang telah menjadikan bumi dengan segala isinya. Kita tahu, bahwa dari antara orang-orang yang mendengar ajaran Paulus itu, ada yang percaya, yaitu Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, serta orang-orang lain bersama mereka.
Roh Kebenaran yang menghembusi kebijaksanaan dalam diri Paulus juga akan terus menghembusi hati dan budi kita. Dari pihak kita hanya diminta untuk terus membuka hati agar Roh Kebenaran itu masuk ke dalam hidup kita. Bermeditasi, mendengarkan firman, bersimpuh dalam doa di hadirat Tuhan adalah cara-cara sederhana agar kita sungguh mengenal Roh itu dan membiarkan-Nya masuk dalam seluruh perjuangan hidup kita. Dengan demikian, kita pun mau dan mampu mewartakan Tuhan di areopagus-areopagus zaman modern ini.
“Ya Roh Kebenaran, masuklah dalam hati dan budi kami agar kami sungguh-sungguh menjadi saluran kasih dan kebenaran Allah. Amin.”
Ziarah Batin

