Di tengah hiruk pikuk dunia, kita sering merasa harus kuat sendirian, seolah ketangguhan adalah segalanya. Namun, lihatlah pohon paling kokoh di hutan sana. Ia menjulang tinggi, menantang angin, tapi ia tahu satu kebenaran mutlak: akarnya butuh bumi untuk berpijak. Tanpa bumi yang memberinya nutrisi, tanpa tanah yang memeluknya erat, pohon itu hanyalah kayu mati yang rapuh.
Demikian pula dengan kita, dalam penantian ini. Adven adalah saat untuk mengakui kerapuhan kita, bahwa sekuat apa pun kita membutuhkan sumber kehidupan yang lebih besar dari diri sendiri. Seperti akar yang mencari tanah basah, jiwa kita merindukan Sang Juru Selamat.
Salam sehat.
Jlitheng

