Perjumpaan APP pertama itu ditutup dengan sebuah refleksi: “Apa yang ingin kita dapat setelah berbuat baik?” Semua kelompok, walau berbeda bunyinya, tapi menyatakan hal sama, yaitu makin rindu dekat Tuhan.
Senada sekali dengan nafas lagu “S’perti Rusa rindu sungai-Mu, Jiwaku rindu Engkau. Kaulah Tuhan hasrat hatiku. Kurindu menyembah-Mu.”
Lagu itu melukiskan kerinduan rohani umat yang amat dalam pada Tuhan, ibaratnya Rusa yang haus akan air.
Lagu ini ditulis oleh Martyn J. Nystrom tahun 1981, ketika ia jauh dari Tuhan dan kering rohaninya. Nystrom diberi saran oleh temannya untuk berpuasa dan hanya meminum air. Pada saat itu ia sadar, bahwa Tuhan adalah sumber dari segala yang dicari.
Kesadarannya itu dituliskan dalam lagu “S’perti Rusa,” merujuk pada Mazmur 42: 2, “Seperti Rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.”
Salam sehat.
…
Jlitheng

