“Menerima itu berkah, memberi itu anugerah.” – Rio, Scj.
Jika rezeki datang karena kerja keras, seharusnya orang yang paling kaya adalah kuli bangunan. Rezeki datang karena banyaknya waktu kerja, seharusnya warung-warung kopi yang buka 24 jam itu bisa mengalahkan McDonald dan KFC. Rezeki karena kepintaran, seharusnya dosen dan guru itu yang kaya. Rezeki datang karena pangkat, seharusnya Presiden dan Raja berada di urutan pertama dari 100 orang terkaya di dunia.
Sesungguhnya, rezeki itu datang, karena kasih sayang Tuhan. Mengejar rezeki, bukan mengejar jumlahnya, tapi kejarlah berkahnya.
Buka pintu rezeki dengan doa. Karena doa itu membuat yang impossible menjadi posible. Yang tidak mungkin jadi mungkin. Doa bukan menghilangkan kegagalan dan cobaan, melainkan doa membuat kita kuat untuk melangkah, meski banyak masalah.
Buka pintu rezeki dengan syukur dan bahagia. Kurangi keluhan dengan syukur. Lawan keraguan dengan kebahagiaan. Syukur akan melahirkan bahagia, dan bahagia akan membuat hidup ini harmoni.
Buka pintu rezeki dengan ikhlas berbagi. Menerima itu berkah, memberi itu anugerah. Kita tidak akan jadi miskin dengan memberi. Tidak akan kurang dengan berbagi. Tuhan ikhlas memberi, Tuhan tulus membagi berkat, biarlah berkat yang kita terima dengan gratis itu menjadi berkat bagi sesama.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

