“Reuni itu perlu dan penting. Tidak sekadar kumpul dan silaturahmi. Tapi untuk merabuk perseduluran. Jauh lebih penting adalah reuni hati untuk refleksi hidup bahagia.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Bagi saya pribadi, reuni itu mantra sakti. Ada daya magis yang kuat dan membuat saya berusaha hadir, teristimewa setelah sekian lama tidak bersua teman-teman.
Sesungguhnya reuni akbar itu baik. Mengumpulkan banyak teman, ramai, dan heboh. Tapi sayang, hubungan antar pribadi itu tidak dibangun dengan baik dan akrab, karena banyak teman yang sibuk sendiri, bernostalgia dengan grupnya, dan tidak mau membaur. Padahal reuni itu makin gayeng, jika diadakan untuk membangun rasa peduli dan berbagi pada teman yang kurang beruntung.
Selain reuni akbar, ada pula reuni kecil yang diikuti oleh tidak banyak orang. Tujuannya juga sama, yaitu merajut perseduluran.
Jika reuni akbar atau reuni kecil itu untuk membangun kedekatan dan perseduluran antar teman. Berbeda dengan reuni hati, refleksi untuk makin mengenal jatidiri. Sekaligus untuk membangun kedekatan kita dengan Allah dan sesama.
Reuni hati (istilah pribadi) adalah waktu untuk berefleksi membangun intimasi dengan Allah yang adalah Kasih. Dimulai dengan membangun hubungan baik antar anggota keluarga dan lingkungan terdekat.
Dengan makin mengenal jatidiri, kita kian memahami makna dan tujuan keberadaan kita sebagai ciptaan yang secitra dengan-Nya. Kita mengabdi dan melayani-Nya. Kita mengasihi sesama seperti diri sendiri.
“Kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah” (1 Yoh 4: 7-8).
Reuni hati, hidup untuk mengasihi.
…
Mas Redjo

