“To respond is positive, to react is negative.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Kadang kita berpikir hidup itu berat, tapi ada orang yang merasa hidup penuh berkat. Ada orang yang merasa hidup ini adalah anugrah, tapi ada juga yang berpikir hidup ini musibah. Ada lagi yang berpikir hidup itu susah dan banyak masalah, tapi ada yang merasa hidup itu mudah dan banyak berkah. Kenapa tidak sama? Karena setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda.
Hidup itu 10% tentang apa yang terjadi dan 90% tentang bagaimana kita menyikapi dengan bijak.
Pertama: respon. Dalam hidup ini kita harus sadar, bahwa ada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan ada hal-hal yang tak bisa dikendalikan. Jika kita berhadapan dengan yang tak bisa kita kendalikan, kita bisa mengendalikan sikap, respon kita.
Kita tak bisa mengendalikan keadaan, komentar, penilaian, pikiran orang, bahkan masalah yang terjadi ke depan juga, tidak. Tapi kita bisa mengendalikan respon. Meski tidak mudah, tapi harus bisa!
Kedua: terus belajar dan berjuang. Hidup ini penuh dengan peluang, di mana kita memilih dan memutuskan. Jangan menjadi pecundang yang hanya mencari kesalahan dan menyalahkan orang lain. Tapi jadilah pemenang yang selalu mencari peluang. Tidak gampang memang, tapi bila ada kemauan untuk belajar dan berjuang, tentu pintu kesempatan itu terbuka. Ingat, Tuhan memilih orang yang mau berjuang, bukan yang mampu. Satu pilihan membawa perubahan, satu keputusan menentukan masa depan.
Ketiga: syukuri dan bagikan. Banyak alasan untuk bersyukur kepada Tuhan. Banyak tangan yang membutuhkan uluran dan pertolongan. Karena yang kita punyai anugerah dan titipan Tuhan. Titipan yang perlu kita salurkan, bukan karena citra diri dan keterpaksaan, tapi dengan ketulusan dan keikhlasan.
Dengan tekun bekerja, berdoa, dan berbagi maka Tuhan tambahkan rezeki berlimpah pada kita (Mat 6: 33). Kita menjadi saluran berkat bagi sesama.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

